Rabu, 8 April 2026

Dikeroyok 4 Teman di Kelas, Bocah SD Tak Sadarkan Diri Berhari-hari hingga Terbaring di Rumah Sakit

NV (41) ibu korban mengatakan, saat kejadian itu ia sedang berada di kebun untuk menyadap karet.

Editor: Claudia Noventa
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi - Bocah berusia 12 tahun berinisial AFS hingga kini tak sadarkan diri setelah dikeroyok oleh empat temannya. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Bocah berusia 12 tahun berinisial AFS hingga kini tak sadarkan diri setelah dikeroyok oleh empat temannya.

Saat ini, AFS hingga harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Shobirin kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Diketahui, AFS merupakan murid kelas V Sekolah Dasar (SD) Negeri Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas.

Baca juga: Oknum Guru SD Berstatus PNS Buka Karaoke dan Jual Miras, Kena Razia Satpol PP Sumedang

Baca juga: Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Warga Terbungkus Plastik Hitam Besar di Kawasan Hutan

NV (41) ibu korban mengatakan, saat kejadian itu ia sedang berada di kebun untuk menyadap karet.

Tiba-tiba kakek korban datang menghampirinya dan memberikan kabar bahwa AFS sudah dikeroyok oleh empat orang temannya.

Ia pun langsung bergegas pulang dan menjemput anak bungsunya tersebut di sekolah.

“Ternyata anak saya dibawa ke Puskesmas,” kata NV melalui telepon, Kamis (14/10/2021).

 

Berhari-hari Belum Sadar

Setelah mendapatkan perawatan di puskesmas, NV membawa AFS untuk pulang ke rumah.

Namun, saat itu kondisi kesehatan bocah malang itu makin menurun dan mengalami mual serta buang air besar secara terus menerus.

“Akhirnya kami putuskan untuk bawa ke rumah sakit, kondisi anak saya waktu di Puskesmas juga sudah tidak sadar dan memakai oksigen. Sampai sekarang anak saya belum juga sadar,” ujarnya.

Baca juga: Ibu dan Adik Lihat saat Bocah 13 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tewas setelah Pulang dari Main Layangan

Dikeroyok 4 Temannya

Dari informasi yang ia dapat, AFS dikeroyok oleh empat temannya dan dikurung dalam kelas dan mengalami penganiayaan.

NV sendiri tak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan anaknya itu dianiaya.

“Tangan dan kaki anak saya dipegang, kemudian lehernya dicekik ada juga yang memukul saya kurang tahu masalahnya apa, karena anak saya juga masih belum sadar,” jelas NV.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved