PON XX Papua
PON XX Papua Berjalan Sukses, KONI: Kali Ini Capai Rekor Dunia!
Sekjen KONI Pusat Ade Lukman Djajadkusuma mengatakan pada PON XX Papua banyak memecahkan rekor baru.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Sekjen KONI Pusat Ade Lukman Djajadkusuma mengatakan pada Pelaksanaan pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua banyak memecahkan rekor baru.
Diketahui PON XX Papua resmi berakhir hari ini, Jumat (15/10/2021).
Penutupan PON tersebut direncanakan ditutup oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin di Stadion Utama Lukas Enembe yang terletak di Kampung Harapan, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Ternyata, dari sejak hari perdana kompetisi pada 22 September lalu hingga hari ke-22, Kamis (14/10/2021) ada sebanyak 55 rekor baru yang tercipta.
Baca juga: Wapres Maruf Amin: Sejarah Mencatat, PON Papua Terselenggara Dengan Sukses
Baca juga: Taklukkan Wakil Sulawesi, Pebiliar Kalsel Raih Medali Emas PON XX Papua 2021
Sebanyak 55 rekor tersebut diperoleh dari cabang olahraga (cabor) akuatik, atletik, selam, dan angkat besi, yang di antaranya klasifikasi rekor PON dan nasional.
Ade Lukman Djajadkusuma, mengatakan pihaknya cukup bangga dengan capaian rekor baru tersebut.
“Kita cukup bangga karena di masa pandemi Covid-19, PON kali ini bisa mencapai rekor baru atau rekor dunia,” kata Ade Lukman saat bertandang ke kantor Tribun-Papua.com, Jumat (15/10/2021).
Hal serupa juga disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.
"Ini luar biasa semangat dari para atlet di tengah situasi pandemi, tetapi masih bisa melakukan pemecahan rekor," kata Menpora Zainudin Amali dilansir dari situs resmi Kemenpora.
Ada 11 rekor yang tercipta pada cabor atletik.
Baca juga: Sport Sains, Kunci Pembinaan Atlet Jawa Barat hingga Jadi Jawara PON XX Papua
Baca juga: Gagal Penuhi Target di PON XX Papua 2021, Tim Dayung Kalsel Bakal Lakukan Evaluasi
Salah satunya ditorehkan atlet lempar lembing asal Jawa Tengah, Atina Nur Kamil, yang juga sukses mengawinkan rekor PON dan nasional dengan jauh lemparan 51,26 meter.
Pelari 400 meter putri asal Sumatera Selatan, Sri Mayasari, juga membuat rekor PON dan nasional yang tidak pernah bergeser selama 37 tahun.
Sri Mayasari finis tercepat dengan catatan waktu 53,32 detik, lebih cepat dari perlari Emma Tahapary yang mencatatkan waktu 54,20 detik.
Sementara dari cabor selam ada lima rekor yang dipecahkan, dengan empat di antaranya dibuat oleh peselam Jawa Timur.
Sementara itu, pada disiplin akuatik, 22 rekor telah dibukukan di cabang olahraga renang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/15102021-pembukaan_pon_papua-1.jpg)