Breaking News:

KKB Papua

Anggota KKB Tersentuh dengan Event PON XX, Gabung NKRI dan Serahkan Amunisi ke Aparat

Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerahkan beberapa senjata dan amunisi kepada aparat, serta berjanji setia kepada NKRI.

korem173-tniad.mil.id
Anggota KKB Papua di Kepulauan Yapen Menyerah dan kembali ke NKRI. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerahkan beberapa senjata dan amunisi kepada aparat, serta berjanji setia kepada NKRI.

Mereka menyerahkan 6 pucuk senjata rakitan beserta munisinya, kepada aparat di wilayah Distrik Angkaisera dan Distrik Yapen Utara Kabupaten Kepulauan Yapen.

Tepatnya di Aula Kodim 1709/Yawa, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan menerima langsung.

Baca juga: Pernah Mencekam saat Aparat Gerebek KKB, Sekolah di Yapen Timur Kembali Berjalan

Danrem 173/PVB mengungkapkan, dua anggota KKB Papua tersebut menyerahkan 6 pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari 4 pucuk laras panjang, 2 pucuk laras pendek (pistol), 97 butir munisi, 1 buah HT, 4 lembar bendera bintang kejora dan beberapa dokumen.

Mereka tergerak untuk menyerah dan kembali ke NKRI setelah melihat keseriusan Pemerintah Indonesia karena telah membangun Papua dan ditambah terlaksananya PON yang sangat megah.

“Sebenarnya mereka sudah begitu lama menyimpan senjata beserta amunisi ini, sebab mereka itu beranggapan Papua akan merdeka. Namun setelah melihat pembangunan dan penyelenggaraan PON di Papua, mereka yakin inilah yang benar bahwa papua sebenarnya dibawah bingkai NKRI,” sambung Brigjen Iwan, melansir dari korem173-tniad.mil.id.

“Selain itu, penyerahan diri kedua simpatisan ini juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang tenang dan tanpa dibayang-bayangi oleh kejaran aparat keamanan.

Penyerahan diri kedua simpatisan ini juga merupakan hasil dari upaya komunikasi yang baik dari Kodim 1709 Yawa dan jajarannya beserta seluruh pihak terkait dan ini adalah keberhasilan dan terobosan yang dilakukan tanpa memerlukan letusan senjata dan pengejaran aparat keamanan”, lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Danrem juga meminta kepada Pimpinan TPN/OPM Wilayah Saireri Fernando Worabai bersama para pengikutnya yang masih berseberangan dengan NKRI untuk segera kembali ke pangkuan ibu Pertiwi.

Baca juga: Curhat Nakes Korban KKB di Papua: Kami Ingin Bertemu Keluarga dan Mengurangi Trauma

“Kami terbuka untuk saudara kami fernando Worabai meskipun berbeda pendapat dan idiologi, maka kami imbau untuk kembali ke NKRI dan kita ciptakan suasana kamtibmas yang kondusif demi masa depan generasi muda dan juga percepatan pembangunan yang saat ini sedang berjalan diwilayah ini, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Yapen akan terealisasikan,” harapnya.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved