Breaking News:

KKB Papua

Pasca-Penggerebekan Markas KKB, Aktivitas Belajar Mengajar Pulih, Tapi Dihantui Rasa Takut

“Sebanyak 30 orang satu kelas yang datang hanya 11 bahkan kadang tidak ada, karena semuanya masih takut,” kata guru SMP 1 Atap Kampung Sasawa, Petrus.

Istimewa
ILUSTRASI - Situasi di kamp pengungsiandi Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Ridwan Abubakar

TRIBUN-PAPUA.COM, SERUI – Ativitas belajar mengajar di Kampung Sasawa, Distrik Yapen Timur pasca-penggerebakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Fernando Worabai oleh aparat keamanan 5 Agustus 2021 lalu, kini mulai berjalan kembali.

Hal tersebut diungkapkan guru SMP 1 Atap Kampung Sasawa, Petrus Ayomi ketika di wawancarai, Selasa (19/10/2021).

Meski belajar mengajar telah berjalan normal belakangan ini namun para siswa masih merasa takut.

Baca juga: Gangguan KKB Papua Teratasi, Polisi Berikan Trauma Healing Bagi Anak-anak Yahukimo

“Sebanyak 30 orang satu kelas yang datang hanya 11 bahkan kadang tidak ada, karena semuanya masih takut,” kata Petrus.

Hal serupa pun diutarakan Guru SD Impres Sasawa, Yendi Warinusy, dimana murid sebagian besar masih enggan untuk pergi kesekolah.

“Mereka (murid) masih takut, karena saat kejadian itu masih proses belajar mengajar,” ujar Yendi.

Ia pun mengisahkan, dimana saat itu sedang berlangsung proses belajar, tiba-tiba aparat dengan senjata lengkap datang dan warga mulai berhamburan.

Baca juga: Densus 88 Minta Kata Terorisme kepada KKB Papua Disetop: Merugikan untuk OAP

“Jadi ada 5 kali tembakan, murid semuanya lari ke pantai dan bersembunyi, bahkan ada guru yang ketakutan dan terbentur lalu luka,” katanya.

Untuk itu, ia cukup memberikan apresiasi kepada Komnas HAM yang mau melakukan trauma healing bagi anak-anak dan wanita.

“Ini penting agar tidak menggangung mental anak didik saya,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved