Feature
Albert Fakdawer, Dari Aktor Film Hingga Jadi Musisi
Penyuka musik itu pernah berperan sebagai aktor film Denias senandung diatas awan hingga tampil diajang AFI Junior
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Niat Albert terjun ke dunia perfilman bukan pakasaan orangtua, melainkan murni dari hatinya, ingin berbuat lebih bagi tanah Papua.
Melalui film yang itu, Albert mengatakan potensi anak-anak muda Papua beradu akting sangat cakap, dan yang paling penting kesempatan terbuka lebar.
"Sekarang tinggal bagaimana bisa berjejaring, kita bisa berteman dan saling bekerjasama, utamakan sisi profesionalisme dalam sebuah film,"katanya.
Baca juga: Arus Lalu Lintas di Depan Pelabuhan Jayapura Macet
Berkat film ini, Albert meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2006, dan Aktor Pendatang Baru Terbaik Indonesian Movie Awards 2007.
Selain Film Denias Senandung di Atas Awan, Albert juga pernah menjadi aktor Film Doea Tanda Cinta 2015, dan miniseries Andai Aku Bisa di 2005.
Sejak itu, Albert bermain film bersama Didi Petet dan para finalis AFI Junior.
Baca juga: Arus Lalu Lintas di Depan Pelabuhan Jayapura Macet
Terlibat di Opening PON
Lelaki lulusan SMA Negeri 1 Ciputat itu, baru-baru ini dilibatkan sebagai salah satu pengisi acara PON.
Melalui manajernya, Albert diminta mengisi dalam acara Opening Ceremony PON XX Papua.
Ia tampil memukau bersama grup vokal Papua Original, dengan membawa lagu "Papua Dalam Cinta", yang sebelumnya dipopulerkan oleh Pay feat Soa-soa.
"Saat tampil membawa lagu Papua Dalam Cinta di Opening PON XX, saya sempat meneteskan air mata, saat nyanyi penggalan lirik harumkan Indonesia dari sini," kata Albert.
Baca juga: Seluas Lapangan Bola, Begini Kemegahan Panggung Opening Ceremony Peparnas XVI Papua
Walaupun nyanyian lagu Papua Dalam Cinta, sering ia dengar, namun atmosfer PON dan cerita di balik keterlibatannya, ia terharu, air matanya mengalir dipipi.
Albert bangga dapat terlibat dalam event empat tahunan yang digelar di Provinsi Papua itu.
"Ini bisa dibilang ratusan tahun sekali, saya bisa berkontribusi seperti ini, it's not about money, tapi ini tentang visi, sesuatu yang jauh ke depan,"ujarnya.
Baca juga: Dipicu Video TikTok, Siswa SMA Dikeroyok Kakak Kelas, Orangtua Korban Lapor Polisi Tak Mau Damai
Sebelum tampil di PON XX Papua, pada 2008 silam, ayahnya sebelum dipanggil sang khalik, dia menginginkan anaknya bisa tampil di event olahraga nasional.
Keinginan ayahnya terwujud sudah di event PON XX Papua. Musa Fakdawer, ayah tercintanya dipanggil pulang ke rumah bapa di Surga oleh sang pemilik hidup pada 12 Maret 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/albert-fakdawer-1.jpg)