Breaking News:

Pasar Wosi Manokwari Terbakar

Derek Ampnir: SDM dan Fasilitas Damkar di Manokwari Belum Memadai

"Saya lihat Manokwari dengan potensi bencana kebakaran yang tinggi, namun sumber daya manusia (SDM) pemadam kebakaran malah belum siap,"

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Kondisi saat petugas pemadam kewalahan saat memadamkan api di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan, resiko dari mobilitas penduduk dan aktivis manusia meningkat pasti sangat besar peluang kebakaran.

Hal ini dikatakan Derek menyusul kasus kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak pedagang di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

"Saya lihat Manokwari dengan potensi bencana kebakaran yang tinggi, namun sumber daya manusia (SDM) pemadam kebakaran malah belum siap," kata Ampnir, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Punya Potensi Kebakaran yang Tinggi, Manokwari Tak Punya Fasilitas Damkar yang Memadai

Selain SDM, dukung logistik dan fasilitas di Kabupaten Manokwari, hingga kini pun belum optimal.

"Ketangguhan Kota dalam menghadapi bencana kebakaran, saya lihat Manokwari belum siap," tuturnya.

Apalagi, kondisi Manokwari akhir-akhir ini sering mengalami cuaca yang ekstrem.

"Harusnya berdasarkan prosedur tetap (Protap), butuh waktu 10 hingga 30 menit dari informasi diterima tim pemadam sudah harus tiba di lokasi," kata Ampnir.

"Tetapi realita di Manokwari, setelah mendengar informasi butuh waktu 3 sampai 4 jam baru muncul,"

Tak hanya itu, Bupati Kabupaten Manokwari, Hermus Indou menyadari, atas kejadian kebakaran di daerah ini, membuatnya berupaya untuk melakukan sejumlah perbaikan.

Baca juga: Persipura versus Barito: Pertarungan Dua Pelatih Titel Juara

"Pemerintah akan menyiapkan saran prasarana (Damkar), yang lebih kompetitif lagi," tuturnya.

Pihaknya siapkan damkar dengan jumlah cukup dan petugas yang baik.

"Sehingga, ketika terjadi musibah begini jangan kita tunggu seperti kejadian semalam," kata Indou.

Baca juga: Jenazah Pilot Kuntardi, Korban Pesawat Smart Air Akan Dikirim ke Jakarta

"Itu tunggu petugas pemadam kebakaran pun tidak kunjung datang. Dan memang fasilitas damkar kita juga tidak ada," ungkapnya.

Olehnya itu, pihaknya menganggarkan untuk tahun depan mengadakan dua unit kendaraan damkar sekaligus.

"Supaya dalam kejadian seperti ini kita bisa melakukan pertolongan kepada masyarakat," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved