Papua Terkini
Sisa 16 Km Lagi Papua Saling Terhubung: Jokowi dan Basuki, Hebat
Perkembangan terakhir dari ribuan kilometer yang sudah digarap, tinggal 16 kilometer ruas jalan Wamena-Jayapura yang belum tembus.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Jalan Trans Papua sepanjang 3.462 kilometer, menghubungkan Provinsi Papua dan Papua Barat dan seluruh kota, distrik, dan kampung di seluruh tanah Papua sudah mulai mewujud.
Perkembangan terakhir dari ribuan kilometer yang sudah digarap, tinggal 16 kilometer ruas jalan Wamena-Jayapura yang belum tembus.
Jika ruas jalan itu selesai dikerjakan, maka Papua saling terhubung hingga ke wilayah perbatasan Republik Indonesia-Papua Nuigin.
Baca juga: Pembangunan Jalan Trans-Papua Diharapkan Bisa Kurangi Indeks Kemahalan hingga Kemiskinan
Dengan tersambungnya trans Papua diharapkan dapat membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan akses serta konektivitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Trans Papua adalah urat nadi dan jantung perekonomian Papua.
Selain itu, sebagai perwujudan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan sosial, sekaligus sebagai kemajuan dari representasi rakyat Papua pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk masa mendatang.
Selama pembangunan jalan trans Papua hingga pertengahan 2021, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sempat menyoroti bahkan punya catatan khusus terkait pengerjaan Jalan Trans Papua.
"Kita tahu semua dari segi keamanan, ada wilayah yang belum kondusif. Itu harus tembus sampai Wamena, kalau tidak bakal terus mahal harga bahan pokok di sana," kata Menteri Basuki dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com Jumat (29/10/2021).
Menteri Basuki pun berpesan dan mengingatkan kontraktor untuk berhati-hati dalam membangun Jalan Trans Papua agar tidak merusak saat melintasi hutan lindung yang luasnya 2,5 juta hektare serta membentang dari Kabupaten Jayawijaya, Mimika, Asmat, Yakuhimo, dan Puncak Jaya.
Baca juga: Sempat Diganggu KKB, Pembangunan Jalan Trans Papua Kini Capai 3.446 Kilometer
Tantangan lainnya, konstruksi Jalan Trans Papua harus berhadapan dengan kondisi topografi yang ekstrem serta akses pengiriman logistik yang minim.
Menteri PUPR menilai, kondisi demikian membuat ongkos pengiriman alat konstruksi proyek Jalan Trans Papua melambung.
"Membawa alat berat ke lokasi proyek bahkan bisa lebih mahal dari harga alat beratnya sendiri. Kalau excavator harganya Rp1,3 miliar, biaya mengangkat ke lokasi bisa sampai Rp3 miliar karena dipreteli (harus diangkut) dengan helikopter," ujarnya.
Baca juga: Satgas TNI Bersama Warga Distrik Oksibil Bersihkan Jalan Trans Papua, Bentuk Karya Bakti
Kementerian PUPR berharap pada 2024 seluruh koridor jalan di Papua Barat dan Papua sudah teraspal seluruhnya, termasuk sarana pendukung lainnya seperti jembatan dan saluran drainase sebagainya sehingga mobilitas masyarakat segera terwujud dan dirasakan langsung oleh warga Papua yang ada di wilayah Bumi Cendrawasih.
Satu hal terpenting dari trans Papua adalah kehebatan Jokowi Widodo dan Basuki Hadimuljono membuktikan kerja nyatanya selama ini dengan membuka keterisolasian wilayah Papua yang telah berlangsung puluhan tahun lamanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/jalan-trans-papua.jpg)