Breaking News:

Manfaat Bayam Merah

Cara Febyfebriyanti Mangiwa Olah Bayam Merah Bagi Anak 

Hampir sebagian besar ibu rumah tangga di Indonesia pernah mengolah dan mengkonsumsi bayam merah, serta dihindangkan bagi keluarga.

Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone
Yohanes Tappang (34), pedagang sayur di Pasar Youtefa, Kota Jayapura, menjelaskan alasan mengapa harga bayam merah di pasar tersebut beragam. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Hampir sebagian besar ibu rumah tangga di Indonesia pernah mengolah dan mengkonsumsi bayam merah, serta dihindangkan bagi keluarga.

Tentunya pengolahan yang diberikan pun cukup beragam seperti salad sayur, tumis bayam, soup bayam hingga atau paling sering dibuat rebusan.

SPG Alqolama di Toko Buku Gramedia Jayapura Febyfebriyanti Mangiwa (21), akui anaknya gemar memakan bayam merah terutama menyeduh kuahnya.

Baca juga: Ariantje Mambiew: Bayam Merah Meningkatkan Kadar Hemoglobin

 “Kedua anak saya suka sekali ya, apalagi kuah yang berwarna merah menambah ketertarikan anak-anak saat ingin mencoba,” tuturnya saat diwawancarai Tribun-Papua.com, Senin (1/11/2021).

Untuk mengolahnya pun Feby sapaan akrabnya mengatakan cukup simple, dirinya hanya perluh memotong hingga beberapa bagian dan dimasukan ke dalam panci air panas.

 “Saya biasanya rebus air terlebih dahulu, menunggu hingga mendidih. Setelah itu, masukan bawang merah, bawang putih dan garam secukupnya lalu aduk,” jelas wanita asal Bugis, Toraja, Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, langsung masukan bayam merah yang telah dipotong rata secukupnya ke dalam wadah air panas.

 “Menurut saya ini mudah banget ya, pasti banyak ibu-ibu yang sudah paham dengan cara-cara simpel seperti ini” tuturnya.

Ia juga menambahkan, hanya menunggu 20-30 menit merebus bayam merah.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Harga Bayam Merah di Pasar Youtefa Beragam

 “Anak-anak saya kan masih pada kecil, sehingga perluh direbus agak lama. Tentunya ini menghindari anak tersedak makanan, akibat tidak bisa mengunya sampai hancur,” jawab wanita berdomisili Kota Jayapura.

Feby juga menjelaskan, sayur bayam menjadi satu di antara sayur-mayur yang dipilih karena hasiatnya.

 “Anak-anak kan dalam masa pertumbuhan, bagus bila kita dapat memberikan asupan dan nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang mereka,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved