Konflik Pilkada Yalimo
Pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil Minta KPU Jelaskan Alasan Pilkada Yalimo Ditunda
Jika dialog antar kedua pihak tidak dilakukan maka ke depan akan menimbulkan masalah baru di Kabupaten Yalimo, Papua.
Komnas HAM pun berencana menemui Gubernur Papua sebelum menurunkan tim untuk melihat langsung situasi di Elelim.
Selain itu, ia akan mendesak Pemprov Papua segera nencari solusi untuk permasalahan politik di Yalimo agar masyarakat tidak menjadi korban.
Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan Pilkada Yalimo 2020 masih belum tuntas.
Kini, roda pemerintahan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jayapura dan Jayawijaya itu lumpuh total.
Baca juga: Wapres Maruf Amin Akan Buka Opening Ceremony Peparnas
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 29 Juni 2021 yang manganulir kepesertaan pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Yalimo nomor urut 1, Erdi Dabi-Jhon Wilil, berbuntut aksi pembakaran sejumlah kantor pemerintahan, kantor KPU dan Bawaslu, serta rumah warga.
Seluruh pelayanan kemasyarakatan pun lumpuh akibat kejadian tersebut, bahkan hingga kini pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil masih menutup akses jalan keluar dan masuk Yalimo.
Kini masyarakat menjadi korban dari konflik tersebut, sedikitnya 800 warga memilih keluar Yalimo karena takut menjadi korban dari situasi tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/massa-pendukung-erdi-dabi-jhon-wilil-tengah-mendengar-pernyataan-kapolda-papua.jpg)