ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

HAM Minta Calon Panglima TNI Jenderal Andika Komitmen: Selesaikan Konflik Bersenjata di Papua

Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berkomitmen dalam penuntasan konflik bersenjata di Papua.

(KOMPAS.com/ MOH NADLIR)
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amiruddin Al Rahab ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (9/5/2018). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berkomitmen dalam penuntasan konflik bersenjata di Papua.

Diharapkan penyelesaian masalah itu tanpa menimbulkan masalah pelanggaran HAM.

Amiruddin mengatakan komitmen itu perlu disampaikan ketika uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT) di Komisi I DPR.

"Panglima TNI yang baru perlu ada komitmen untuk mengatasi konflik bersenjata di Papua tanpa menimbulkan permasalahan pelanggaran HAM," kata Amiruddin saat dihubungi, Jumat (5/11/2021).

Baca juga: Truk yang Angkut Rombongan Pengantin Terbalik hingga Tewaskan 5 Orang, Camat Sebut Sopir Mabuk

Baca juga: 2 Tersangka Kasus Tewasnya Mahasiswa UNS saat Ikuti Diklatsar Ditetapkan, Polisi: Merupakan Panitia

Selain itu, Amiruddin juga meminta Andika memiliki tenggat waktu untuk penyelesaian konflik bersenjata di Papua.

"Serta ada tenggat waktu, agar konflik tidak berlarut di Papua," ujarnya.

Kemudian, Komnas HAM berharap Andika mendukung proses penyelesaian dugaan kasus pelanggaran HAM berat.

"Panglima TNI yang baru perlu menunjukkan dukungan untuk upaya-upaya penyelidikan dan penyidikan peristiwa-peristiwa yang diduga melanggar HAM yang berat," jelasnya.

Saat ini diketahui ada beberapa kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua yang belum selesai, antara lain peristiwa Wasior pada 2001, Wamena tahun 2003, dan peristiwa kekerasan di Paniai.

Amiruddin menambahkan, Andika juga perlu memikirkan hal teknis terkait penyelesaian konflik yang tak menimbulkan pelanggaran HAM.

Dia meminta, penyelesaian konflik lebih mengedepankan dialog.

Baca juga: Viral Video Kamar Kos Penuh Sampah, Penghuni Belum Bayar 2 Bulan dan Menghilang, Ini Kata Pemilik

"Itu (pendekatan dialog) setelah dia dilantik jadi Panglima baru disampaikan. Sekarang kita minta komitmen dulu," tegasnya.

Adapun Komisi I DPR akan menggelar rangkaian uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada Jumat (5/11/2021).

Selanjutnya, rapat dengar pendapat umum (RDPU) dalam rangka FPT terhadap Andika akan digelar pada Sabtu (6/11/2021).

(*)

Berita Papua lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Calon Panglima TNI Diminta Berkomitmen Atasi Konflik di Papua Tanpa Timbulkan Pelanggaran HAM"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved