Breaking News:

KKB Papua

Komnas HAM RI Turunkan Tim ke Distrik Kiwirok Pascarentetan Kekerasan KKB Papua

Komnas HAM sangat penting datang dan melihat langsung kondisi agar peristiwa ini semakin terang benderang. 

Istimewa via Kompas.com
Kebulan asap yang berasal dari sejumlah bangunan yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komnas HAM tengah menurunkan timnya untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan atas kekerasan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok dan beberapa distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Ini pasca-rentetan kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) secara sadis di wilayah itu.

Timg yang terdiri dari Komnas HAM RI dan perwakilan Papua, kini masih berada di Distrik Oksibil.

Mereka berharap segera bisa ke lokasi kejadian, khususnya Distrik Kiwirok. 

Baca juga: Keterbatasan Akses Penyebab PB Peparnas XVI Tak Sediakan Tempat UMKM di Stadion Mandala

"Kami sudah sampaikan harapan kami agar bisa ke Kiwirok kepada beberapa elemen masyarakat, termasuk pada Pemda" ujar M Choirul Anam, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan  Komnas HAM RI, melalui rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya, Komnas HAM sangat penting datang dan melihat langsung kondisi agar peristiwa ini semakin terang benderang. 

Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo.
Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Ini juga bagian dari proses awal pendalaman keterangan yang telah didapat, khususnya dari para tenaga kesehatan" jelasnya.

"Semoga damai, keadilan, kesejahteraan Papua dapat kita rasakan bersama," ujar Anam.

Diketahui, pada pertengahan September 2021, tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang berhamburan karena diserang KKB.

Baca juga: Komjen Paulus Waterpauw Pamit Setelah 34 Tahun Berkarir di Polri, Emban Tugas Baru

Selain menyerang puskesmas, KKB di Kiwirok juga membakar fasilitas umum lainnya, seperti kantor bank, kantor distrik, sekolah dasar, dan pasar.

Mereka juga membakar permukiman warga. Sempat terjadi baku tembak selama dua jam antara anggota KKB dan personel TNI selama empat jam.

Baca juga: PB Peparnas XVI Papua Perjuangkan UMKM dan Mama-mama Papua Punya Stand saat Penutupan 

Saat baku tembak terjadi, salah satu anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan.

Sementara, seorang suster gugur akibat dianiaya dan dicampakkan ke jurang. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved