Liga 3 Papua
Persimer Dirugikan, Eduard Ivakdalam: Wasit Jangan Rusak Sepakbola Papua
Gol kontroversial dari Persigubin pada babak pertama perpanjangan waktu jadi pemicu kekesalan Persimer atas kepemimpinan wasit
Penulis: Arni Hisage | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Persimer Merauke harus mengubur mimpi naik kasta usai dikalahkan 2-3 dari Persigubin Pegunungan Bintang dalam partai semifinal Liga 3 Papua, Kamis (16/12/2021) Sore.
Laga yang berlangsung dramatis itu begitu menyakitkan bagi klub dari Papua Selatan itu.
Wasit Indra Yudistira dinilai jadi biang keladi kekalahan anak asuh Eduard Ivakdalam akibat keputusan kontroversial ciptaannya.
• Diwarnai Kericuhan, Persigubin Amankan Tiket Final Liga 3 Papua
Sejatihnya kedua klub bermain apik sejak menit awal pertandingan, memainkan bola terbuka serta berulang kali terjadi jual beli serangan.
Hingga akhirnya terjadi perpanjangan waktu akibat skor imbang 2-2 hasil kedua klub pada 90 menit normal.
Gol kontroversial dari Persigubin pada babak pertama perpanjangan waktu jadi pemicu kekesalan Persimer atas kepemimpinan wasit.
Kiper Persimer, Adzib Al Hakim Arsyad dilanggar oleh pemain Persigubin namun tak mendapat perhatian wasit dan malah mengesahkan gol tersebut.
• Buka 3 Gerai, Toko Swalayan Alfamidi Resmi Hadir di Jayapura
Tak terima, para pemain Persimer lantas mengejar wasit untuk menanyakan keputusan aneh tersebut.
Wasit akhirnya berlari menuju ruangan panitia dan diamankan oleh aparat kepolisian.
Persimer Merauke yang tidak terima dengan keputusan tersebut akhirnya memutuskan untuk keluar dari lapangan.
Panitia pertandingan lantas membujuk klub dari Papua Selatan untuk melanjutkan laga dan akhirnya diikuti oleh Persimer.
Namun hingga waktu perpanjangan habis, Persimer Merauke tak mampu menyamakan kedudukan.
• Jajaran Polres Jayapura Ibadah Natal Bersama Para Tahanan
Skor akhir 3-2 untuk keunggulan Persigubin sekaligus mengubur mimpi Persimer untuk melenggang maju ke babak final.
Usai pertandingan, Pelatih Persimer. Eduard Ivakdalam mengaku kecewa dan menolak keras keputusan wasit.
