Rabu, 13 Mei 2026

Sejarah

[MELAWAN LUPA] Marthen Indey, Pemuda Papua yang Jadi Polisi

Siapa yang tidak kenal dengan Marthen Indey? Yah, dia adalah pemuda Papua yang pernah menjadi polisi dan menjadi wakil komandan.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Pahlawan nasional RI asal Papua, Marthen Indey. 

Pada 1926, Indey berhasil menyelesaikan sekolahnya. 

Kemudian ia melanjutkan di sekolah Angkatan Laut di Makassar, yaitu Kweekschool voor Indische Schepelingen. 

Ia pun lulus dari sekolah tersebut pada 1932. 

Setelah menjalankan tugas pelayaran pertamanya, Indey memutuskan meninggalkan karier angkatan lautnya.

Ia menjadi perwira polisi. Pada 1934, ia pun mendaftar di akademi polisi di Sukabumi, Jawa Barat.

Ia menyelesaikan pelatihannya sampai pada 1935.

Baca juga: Jadi Narasumber di Lemhanas RI, Steve Mara Paparkan Sejarah Konflik Papua 

Sejarah Batalyon Papua

Batalyon Papua adalah satuan militer pribumi Papua yang dibentuk Amerika Serikat dalam komando tentara sekutu untuk menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik.

Menurut Jenderal A H Nasution dalam bukunya "Tentara Nasional Indonesia Volume 1" menulis Batalyon Papua beranggotakan para gerilyawan dari suku-suku Papua untuk melawan Angkatan Laut Jepang di pesisir Papua.

Setelah 1945 ketika orang-orang dan unit militer Amerika yang membangun Batalyon Papua pulang kampung, pasukan Batalyon Papua dijadikan bagian dari KNIL. Setelah berperang melawan pihak Indonesia hingga 1949, tahun 1950 KNIL pun bubar.

Dikutip dari laman Tirto.id, Jan Pieter Karel van Eechoud, komandan Batalyon Papua sebelum jadi penduduk Papua, menyatakan bahwa orang-orang Batalyon jadi besar kepala dan sulit diatur.

Mereka dituduh orang Belanda sebagai orang-orang gampang tergoda kemewahan serta mudah kepincut perasaan anti-Belanda.

Di antara bekas anggota Batalyon Papua yang anti-Belanda dan pro-Indonesia adalah Marthen Indey.

Baca juga: Apa itu Kolonialisme?: Pengertian, Latar Belakang dan Hubungan Imperialisme

Bersama Corinus Crey dan Silas Papaer, Indey memengaruhi anggota Batalyon untuk berontak.

Rencana memberontak ini bocor karena ada salah satu anggota Batalyon yang melapor kepada otoritas Belanda.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved