Breaking News:

Kabar Polda Papua

Dua Kelompok Bertikai di Jayawijaya, 1 Meninggal Dunia

Polisi kembali melerai dua kelompok yang bertikai di Jayawijaya, Provinsi Papua, pada Minggu (9/1/2022).

Humas Polda Papua
Polisi kembali melerai dua kelompok yang bertikai di Jayawijaya, Provinsi Papua, pada Minggu (9/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polisi kembali melerai dua kelompok yang bertikai di Jayawijaya, Papua, pada Minggu (9/1/2022).

Diketahui, saling serang terjadi antara masyarakat Kabupaten Nduga dan Masyarakat Lanny Jaya di Kampung Wouma, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya.

Saling serang tersebut dipicu lantaran  meninggalnya salah satu masyarakat Nduga atas nama Sibelo Gwijangge.

Baca juga: Pascabanjir, Bhayangkari Papua Berikan Pelayan Kesehatan dan Bantuan Sembako

Berdasarkan Informasi yang diperoleh Tribun-Papua.com, pada hari Minggu (9/1/2022) Pukul 14.55 WIT setelah pemakanan korban, keluarga korban bergerak dari arah ilekma menuju Wouma melalui pinggir kali Uwe dan Walesi.

Selanjutnya, Pukul 15.10 WIT terjadi aksi saling serang menggunakan alat perang tradisional berupa panah, parang dan batu antara masyarakat Nduga dan masyarakat Lanny Jaya di sekitar kampung Wouma Distrik Wouma.

Tidak lama kemudian Personil Polres Jayawijaya di backup oleh pers Brimob dan TNI yang dipimpin oleh Wakapolres berhasil memukul mundur kelompok Masyarakat Kabupaten Nduga dan kelompok Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya.

Adapun idetintas korban meninggal dunia atas nama Luok Heluka (luka-luka benda tajam di bagian tubuh).

Polisi kembali melerai dua kelompok yang bertikai di Jayawijaya, Provinsi Papua, pada Minggu (9/1/2022).
Polisi kembali melerai dua kelompok yang bertikai di Jayawijaya, Provinsi Papua, pada Minggu (9/1/2022). (Humas Polda Papua)

Adapun idetintas korban luka-luka:

  1. Anton Hilapok (Luka panah di ketiak kiri bawah);
  2. Rujon Kogoya (Luka panah dada kiri);
  3. Keis Kogoya (luka panah paha kiri);
  4. Edi Kogoya (luka panah kaki kiri);
  5. Nopis Kogoya (panah kaki kanan);
  6. Nis Hiluka (luka panah kaki kanan);
  7. Nias Wenda (luka panah kaki kanan);

Baca juga: Peduli Kesehatan, Biddokes Polda Papua Berikan Pelayanan Kepada Korban Banjir di Organda

  1. Nas Kogoya (luka panah siku kanan);
  2. Arius Kogoya (luka panah di paha kanan);
  3. Karel Wenda (luka panah di bahu kiri);
  4. Hem Hiluka (luka panah di pipi kiri);
  5. Roni Wenda (luka panah dada kiri);
  6. Merinus Giban (luka panah di leher);
  7. Yalimo Kogoya (luka panah);
  8. Veskil Heluka (luka panah di telinga);

Baca juga: Polisi Bersama Masyarakat Bersihkan Material Timbunan Pasca Banjir 

  1. Darius Wenda (luka panah);
  2. Manius Kogoya (luka panah didada);
  3. Tesiman Kogoya (luka panah dileher);
  4. Elimbiru (luka panah di dada);
  5. Balok Wenda (luka panah di bibir);
  6. Meki Wenda (luka Panah di paha).

Adapun kerugian materil:

  1. Rumah dan Honai di sekitar lokasi perang 40 unit
  2. Kendaraan roda empat sebanyak 2 (dua) unit
  3. Kendaraan roda dua sebanyak 10 unit.

Kabid Humas Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan terkait korban yang meninggal dunia dan luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir di Organda, Kapolda Papua: Jika Ada Kendala Segera di Infokan

"Untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan pihaknya melakukan penjagaan pada kedua kelompok massa," kata Kamal melalui rilis yang di Peroleh Tribun-Papua.com, Senin (10/1/2022).

Kata kamal, saat ini pihaknya sedang melakukan pendekatan kepada Tokoh Masyarakat dari kedua kelompok masyarakat untuk  mengimbau kepada masing-masing kelompok agar tidak mengulangi kejadian seperti saat ini, sehingga situasi kamtibmas tetap dalam keadaan yang aman dan kondusif. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved