Breaking News:

KNPB

Jubir KNPB Nilai Pemerintah Pusat Lemah dan Banyak Modus dalam Penyelesaian Politik di Papua

Juru Bicara KNPB Ones Suhuniap menilai langkah pemerintah pudat melalui pendekatan humanis merupakan lagu lama.

(KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)
Pengunjuk rasa membawa bendera Bintang Kejora saat demo di Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUN-PAPUA.COM, – Juru Bicara KNPB Ones Suhuniap menilai langkah pemerintah pudat melalui pendekatan humanis merupakan lagu lama.

“Langkah yang diambil itu untuk mengelabui pembunuhan 305 warga sipil dan 67.000 pengungsi akibat operasi militer Nemangkawi sejak 2018 lalu," ucapnya dalam rilis yang diterima Tribun-Papua, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Apes Gagal Mencuri, Pemuda di Timika Papua Masuk Bui

Disamping itu Ones menuturkan program yang diberikan merupakan upaya dalam menhindari permintaan rakyat Papua untuk berdialog.

Baca juga: Pukul Banci, Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji Pernah di Penjara

“Ini pola Jakarta menghindari dialog penyelesaian akar persoalan Papua," ujarnya.

ia meminta  kepada rakyat luas agar berdiri bersama dalam barisan perlawanan untuk melawan.

Baca juga: Bupati Merauke Minta TNI-Polri  Terlibat Dalam Pengawasan Dana Kampung

Bahkan kata dia Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dengan tegas menolak operasi damai Cartenz 2022 yang akan dilaksanakan pemerintah pusat untuk Papua.

Baca juga: Bupati Mimika, Eltinus Omaleng Kembali Berhentikan Ribuan Honorer di Lingkup Pemda Mimika

Kata dia, untuk melanjutkan operasi sambil menutupi wajah kejahatan, nama operasi Satgas Nemangkawi Polri diubah menjadi Operasi Damai Cartenz. 

Sementara operasi militer TNI diubah ke operasi teritorial agar terlihat legal karena organik.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved