Breaking News:

Prakiraan Cuaca

BMKG: Waspada Puncak Hujan Lebat hingga Februari di Papua, Cek Daerah Anda

BMKG mengimbau masyarakat serta stakeholder terkait untuk lebih meningkatkan kewaspadaan selama periode puncak musim hujan, hingga Maret 2022.

ILUSTRASI
HUJAN - Warga sedang berjalan di tengah guyuran hujan yang sangat deras 

TRIBUN-PAPUA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak zona musim (ZOM) hujan terjadi pada sejumlah daerah di Provinsi Papua, sejak Januari hingga Februari 2022.

Antaralain di Kota Jayapura, Keerom bagian utara, Kabupaten Jayapura bagian Timur Laut, Kabupaten Jayapura, Sarmi bagian Selatan dan Tenggara, Tolikara bagian Utara dan Timur Laut, Waropen bagian Tenggara, dan Jayawijaya bagian Timur Laut .

Namun, secara klimatologis, puncak musim hujan umumnya terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret.

Baca juga: BMKG: Hujan Lebat Hanya Terjadi di Beberapa Wilayah Papua hingga 17 Januari

Baca juga: KNPB: Tolak Pendekatan Humanis Pemerintah Pusat di Papua

Berdasarkan rilis data BMKG yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu (14/1/2022), menyebut hujan dengan intensitas lebat berpeluang besar terjadi dan dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, pada periode tersebut.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat serta stakeholder terkait untuk lebih meningkatkan kewaspadaan selama periode puncak musim hujan.

Sebab, potensi terjadinya hujan lebat dan angin kencang meningkat dan berdampak pada potensi kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, banjir bandang, dan lain-lain.

"Masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, saluran air, pohon-pohon tinggi, juga untuk masyarakat yang bertempat tinggi di wilayah bantaran sungai ataupun kaki gunung/perbukitan agar juga dapat meningkatkan kewaspadaannya," ujar Koordinator Data dan Informasi BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre lewat rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu (15/1/2022).

"Perlu diwaspadai  juga intensitas hujan tinggi pada daerah dataran tinggi/pegunungan yang berpotensi menyebabkan longsor dan banjir/banjir bandang," lanjutnya.

Baca juga: Komnas HAM Dikritik Soal Herry Wirawan, MPR: Hukuman Mati Bukti Negara Serius Berantas Kekerasan

Masyarakat juga diharapkan menjauh dari bantaran sungai, tubuh air atau wilayah rawan banjir, serta lereng yang rawan longsor ketika terjadi hujan sangat lebat.

Selain itu, masyarakat dan stakeholder terkait juga diimbau untuk selalu memperbaharui informasi cuaca mengingat kondisi cuaca yang sangat cepat berubah.

"Informasi cuaca dapat diakses melalui media sosial Info BMKG Papua (Facebook, twitter, Intstagram, Whatsapp, Telegram), aplikasi Info BMKG, atau dapat menghubungi UPT BMKG terdekat," pesan Ronsumbre. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved