Bunuh Istrinya di Garut, Pria Ini Kabur dan 13 Bulan Hidup di Laut Hindari Kejaran Polisi
Seorang wanita yang merupakan pedagang jamu di Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas di kios jamu, Kampung Mekarbakti.
TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang wanita yang merupakan pedagang jamu di Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas di kios jamu, Kampung Mekarbakti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (2/12/2021).
Kepolisian mengungkap, korban dengan nama Deti Suminarsih (38), dibunuh karena ada luka bekas cekik di leher korban saat itu.
Kepolisian akhirnya mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut, yakni suami siri korban Yusuf Ardi (41).
Baca juga: Soal Konflik Keamanan di Papua-Papua Barat, Panglima Andika: Ini Masalah yang Kita Hadapi Selamanya
Baca juga: Diantar Orangtua dan Kerja Tanpa Gaji, Ini Kisah Manusia dalam Kerangkeng Rumah Bupati Langkat
Setelah satu tahun lebih, kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Januari 2022.
Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengatakan, pelaku nekat menghabisi korban karena minta cerai.
"Nekat menghabisi korban karena selalu meminta cerai," ujar Wirdhanto saat menggelar jumpa pers di Mapolres Garut, Senin (24/1/2022).
Menurut Kapolres, sebelum kabur pelaku pun merampas barang berharga milik korban.
"Setelah kejadian (pembunuhan) tersebut tersangka lalu mengambil motor korban, uang tunai, dan handphone," ucapnya.
Pelarian 13 bulan
Kapolres mengatakan pelaku sempat berpindah-pindah lokasi ditangkap pihaknya.
Lokasi pelarian pelaku yakni Karawang, Purwakarta, Pekalongan lalu ke Jakarta Utara.
Pelaku menurutnya pergi ke Pekalongan menemui temannya yang merupakan kapten kapal pencari ikan dan meminta bekerja menjadi ABK.
"Untuk 13 bulan masa pelarian yang bersangkutan sempat ke beberapa daerah yaitu ke Pekalongan, menemui temannya yang merupakan kapten kapal," ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Garut, Senin (24/1/2022).
Pelarian pelaku ke laut menurutnya sudah direncanakan agar tidak terendus polisi.
Baca juga: Wanita Hamil Jadi Korban Tawuran Antar Pemuda, Saksi: Tiba-tiba Nyerang yang Nongkrong di Warung
Pelaku menghabiskan masa pelariannya di laut dan hanya mendarat selama empat bulan sekali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kapolres-garut-akbp-wirdhanto-hadicaksono-saat-menggelar-jumpa-pers.jpg)