Senin, 13 April 2026

Kesehatan

Cegah Omicron, Dokter UGM Sarankan Sekolah Lakukan Upaya 3T

Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dilakukan sejak Januari 2022 disarankan melakukan upaya testing, tracing, dan treatment

Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Kompas.com
Ilustrasi: Virus Omicron varian baru dari Covid-19. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dilakukan sejak Januari 2022.

Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada 21 Desember 2021 lalu, sekolah diwajibkan PTM 100 persen.

Dalam aturan tercantum bahwa satuan pendidikan di wilayah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1 dan 2 bisa melaksanakan PTM dengan jumlah peserta didik 100 persen.

PTM 100 persen bisa dilakukan jika capaian vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 80 persen.

Baca juga: Hari Gizi Nasional 2022, Save The Children Gagas Telekonseling Gizi bagi Para Ibu

PTM 100 persen bisa dilakukan jika capaian vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 80 persen.

Dengan begitu, sekolah juga bisa menyelenggarakan PTM setiap hari dengan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari.

Namun, jika capaian vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah PPKM level 1 dan 2 berada di antara angka 50-80 persen, maka satuan pendidikan di wilayah tersebut hanya diperbolehkan menyelenggarakan PTM terbatas.

Baca juga: PSU Kedua Yalimo Digelar Besok, Seluruh Komisioner KPU Papua Turun Lapangan

Dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. PTM terbatas di wilayah itu bisa diselenggarakan setiap hari, namun harus dilakukan bergantian sesuai dengan jadwal yang diatur sekolah berdasarkan jumlah siswa dan ketersediaan ruang kelas, dengan lama belajar maksimal enam jam pelajaran per hari.

Menanggapi hal itu, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Gunadi mengatakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen harus diikuti dengan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) oleh pemerintah.

Hal ini, agar tidak berdampak serius pada penularan varian Covid-19 terbaru, Omicron. Apalagi, saat ini ada anak-anak yang menunggu giliran vaksinasi pertama.

Baca juga: Ribuan Warga Antar Jenazah Korban Bentrok Sorong ke Pemakaman

“Penyelenggaraan PTM 100 persen tentunya pemerintah dan stakeholder terkait sudah mempertimbangkannya, tetapi harus diikuti dengan 3T,”kata Gunadi, dilansir dari laman UGM.

Ia menegaskan langkah 3T sebaiknya dilakukan secara acak serta secara rutin kepada warga sekolah.

Dengan begitu diharapkan dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 termasuk varian Omicron dengan kemampuan penyebaran lebih cepat daripada varian Delta.

“Karena gejala umumnya tidak berat, OTG jadi tidak tahu apakah anak-anak dan guru membawa virus atau tidak sehingga dilakukan testing secara acak dan berkala. Jangan menunggu ada klaster atau positif baru di-tracing ini terlambat,"ujaranya.

Baca juga: AKBP Untung Sangaji Turun Lapangan Bantu Warga, Cor Jalan Rusak di Merauke

Apabila tracing baru dilakukan saat muncul klaster di sekolah, lanjutnya, akan berpotensi menyebarkan virus secara lebih luas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved