Kamis, 4 Juni 2026

Pendidikan

Ini Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Daring Bagi Siswa

Pandemi Covid-19 yang menimpa sebagian dunia telah memengaruhi aktivitas manusia.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA
Jonathan (13) pelajar SMP di Bandar Lampung sedang memahami soal dari pembelajaran daring kelasnya, Kamis (6/8/2020). Untuk memenuhi kebutuhan kuota internet, Jonathan berjualan pempek di sekitar kampung. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pandemi Covid-19 yang menimpa sebagian dunia telah memengaruhi aktivitas manusia.

Banyak kegiatan yang dilakukan menjadi di rumah, mulai dari bekerja di rumah sampai dengan belajar dirumah.

Tanda-tanda kembali ke sekolah sudah dilakukan, namun angka Covid-19 kembali melanda maka terbitlah aturan Pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Omicron Sasar Anak-anak, Epidemiolog Sarankan PTM Dihentikan

Solusi pemerintah pun adalah dengan membiarkan anak belajar secara daring.

Teknologi disini memiliki peran penting dalam pembelajaran di masa pandemi.

Dengan hadirnya teknologi maka potensi guru semakin diperkuat, walaupun peran guru dalam pembelajaran tidak bisa digantikan oleh teknologi tetapi dengan adanya teknologi maka potensi guru akan semakin dikuatkan melalui digitalisasi pendidikan.

Meski banyak kendala dan kekurangan dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring sejatinya memberikan manfaat yang banyak.

Walaupun awalnya memang terkesan membosankan, tetapi banyak manfaat yang dapat anak ambil dari belajar daring ini.

Dikutip dari kabarpendidikan.id, setidaknya ada enam manfaat pembelajaran daring.

Baca juga: Sweeping di Kota Jayapura Kembali Dilakukan Pasca-angka Covid-19 Naik

Enam manfaat tersebut yaitu;

  1. Lebih fleksibel, karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, kapasitas belajar pun lebih banyak dan juga dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing siswa.
  2. Mengajarkan sikap disiplin dan tanggung jawab, belajar daring membuat para siswa menjaga perilaku baik dengan teman maupun dengan guru.Selain itu, belajar daring juga dapat menjaga sikap bertanggungjawab ketika diminta mengerjakan tugas dari guru.

Baca juga: UPDATE, 5 Jenazah Korban Pembakaran Double O Teridentifikasi

  1. Menjaga aktivitas anak tetap terjaga, aktivitas anak setiap hari seperti waktu bermain, tidur, makan, mandi, belajar, memakai seragam, dan sebagainya.  Belajar daring membantu aktivitas tersebut tetap berjalan seperti biasanya.
  2. Mendeteksi gangguan tumbuh kembang anak, seperti belum dapat mengenali warna, terlambat bicara, sulit menghafal justru dapat terdeteksi melalui belajar daring ini.
  3. Mengenali potensi anak, orangtua akan lebih mudah mengenali potensi anak jika dapat mengarahkannya dengan tepat waktu.
  1. Lebih bebas untuk mengeksplorasi, saat belajar daring anak lebih bebas memilih apa yang ingin dia pelajari. Dengan memiliki kebebasan untuk memilih sendiri apa yang ingin dipelajari, anak terdorong untuk belajar dengan sendirinya tanpa adanya paksaan.

Selain keuntungan dari pembelajaran daring, ternyata ada juga kendala yang dihadapi.

Kendala yang sering dijumpai adalah banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia misalnya kurangnya sarana yang mendukung baik bagi siswa maupun pengajar untuk memungkinkan kegiatan pembelajaran daring berlangsung seperti telepon pintar, akses internet, laptop, atau komputer.

Baca juga: Covid-19 Menyebar, Ini Saran PT LIB ke Klub Peserta Liga 1

Selain kendala teknis, beberapa siswa juga banyak yang mengeluhkan merasa kurang paham dengan materi serta tugas mandiri yang diberikan.

Mereka juga kerap kali merasa kurang fokus juga konsentrasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Untuk mahasiswa yang melakukan praktikum sebagai penunjang mata kuliahnya juga merasa dipersulit dengan kegiatan pembelajaran daring ini karena keterbatasan alat juga sampel percobaan yang mereka miliki. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved