Hari Lahan Basah
Kepala BBKSDA Papua Sebut Lahan Basah Bernilai Vital Bagi Mahkluk Hidup
Kepala BBKSDA Papua Edward Sembiring menyebutkan, keberadaan lahan basah bernilai vital bagi makhluk hididup
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Edward Sembiring menyebutkan, keberadaan lahan basah bernilai vital bagi makhluk hidup.
Hal itu dikatakannya dalam sambutan peringatan Hari Lahan Basah se-dunia, yang dibacakan Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke, Irwan Effendi di Taman Nasional Wasur Merauke, Rabu (2/2/2022).
"Secara sederhana, lahan basah dapat diartikan sebagai setiap wilayah yang tergenang oleh air dangkal, baik sebagian atau seluruhnya, dan secara permanen atau musiman,"katanya.
Baca juga: Covid-19 Menyebar, Ini Saran PT LIB ke Klub Peserta Liga 1
Dia mengatakan, lahan basah merupakan sumber kehidupan yang sangat vital bagi seluruh makhluk hidup.
"Nah menyadari begitu besar manfaat dan fungsi lahan basah, beberapa perwakilan negara-negara di dunia telah menandatangani suatu kesepakatan untuk melestarikan lahan basah yang ada di bumi ini,"ujarnya.
Dia menjelakan, kesepakatan yang dikenal dengan konvensi Ramsar ini tepatnya pada 2 Februari 1971 di Kota Ramsar Iran.
"Indonesia masuk menjadi anggota konvensi Ramsar pada tahun 1991, dengan diterbitkannya Keppres 48 tahun 1991 yang merupakan ratifikasi Konvensi Ramsar di Indonesia,"katanya.
Menurut dia, konvensi yang awalnya lebih berfokus pada masalah burung air dan burung migran itu, selanjutnya berkembang kepada kesadaran keutuhan lingkungan dan konservasi, termasuk keanekaragaman hayatinya.
Baca juga: 23 Kampus Indonesia Masuk Daftar 200 Kampus Terbaik Asia, Ada Kampusmu?
"Bahkan sekarang ini, kesadaran tersebut lebih bermutu fokus menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia,"ujarnya.
Terkait tema perayaan hari lahan basah pada tahun 2022, yakni Wetlands Action For People and Nature, atau aksi lahan basah untuk manusia dan alam.
"Pesan yang ingin disuarakan kepada khalayak, luas adalah Value, Manage, Restore, dan Love Wetlands,"katanya.
Edward menyebut, value berarti menghargai lahan basah atas berbagai manfaat terhadap kehidupan manusia dan kesehatan planet.
Kemudian manage, artinya mengelola dengan bijak dan pemanfaatan yang berkelanjutan. Serta Restore berarti pemulihan atas lahan basah yang terdegradasi.
Baca juga: Identitas 12 DPO Bentrok Sorong Segera Disebar di Ruang Publik, Warga Diminta Bantu Polisi
Taman Nasional Wasur sebagai salah satu site ramsar di Indonesia, yang berada di Kabupaten Merauke Papua, diutarakan pihaknya memiliki karakteristik sebagai kawasan lahan basah yang sangat luas secara ekologis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kepala-bbksda-1.jpg)