Covid 19 Papua
DPR RI: Keselamatan Siswa Paling Utama Saat Omicron Merajalela
Covid-19 varian Omicron mulai merajalela di Indonesia. Sedikitnya sudah mencapai 3.161 kasus.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Covid-19 varian Omicron mulai merajalela di Indonesia. Sedikitnya sudah mencapai 3.161 kasus.
Dari 3.161 kasus tersebut, 324 diantaranya adalah anak-anak.
Menyikapi hal tersebut. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta pemerintah untuk mengedepankan aspek kesehatan sebagai indikator utama dalam pertimbangan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Baca juga: Kemenkes Klaim 324 Pasien Covid-19 Omicron Adalah Anak-anak
“Keselamatan siswa atau anak harus menjadi yang utama,” kata Puan, dikutip dari laman Kompas.com, Rabu (2/2/2022).
Menurut Puan, hasil evaluasi akan menjawab urgensi pelaksanaan PTM, terutama yang berkaitan dengan kondisi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.
Selain itu, Puan juga meminta pemerintah untuk melibatkan banyak stakeholder dalam proses evaluasi PTM.
Pasalnya, kata dia, keterlibatan banyak stakeholder membantu pemerintah melihat berbagai kebutuhan dan kepentingan siswa.
“Ini termasuk dengan melibatkan perwakilan orangtua dan guru. Jadi, selain epidemiolog, kita harus meminta masukan dari pihak-pihak yang setiap harinya berinteraksi dengan anak,” ujarnya.
Sebelumnya, Puan menyarankan agar evaluasi PTM dilakukan dengan mempertimbangkan banyak indikator, sehingga seluruh kebutuhan dan kepentingan siswa dapat diakomodasi.
Baca juga: Covid-19 Hantam Liga 1, Timnas Indonesia U23 Dapat Imbas
“Sebagai orangtua, saya senang anak-anak kita sudah bisa belajar dan berinteraksi bersama teman sebayanya di sekolah,” katanya.
Adanya pandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama lebih dari dua tahun, kata Puan membuat anak-anak bosan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“(PJJ) menimbulkan cognitive learning loss dan dampak psikis yang cukup berat bagi anak-anak,” ujarnya.
Baca juga: Hasil Olah TKP Double O Sorong, Polisi: Bangunannya Tak Punya Jalur Evakuasi dan Tangga Darurat
Namun, dia melanjutkan, adanya varian Omicron yang mulia menyebar jelas membuat para orangtua merasa cemas terhadap kondisi anak-anak.
Sekolah Dikhawatirkan Jadi Klaster Penyebaran
Puan pun berharap evaluasi PTM dilakukan, khususnya di daerah-daerah yang sudah memberlakukan PTM 100 persen, bisa memprioritaskan aspek kesehatan anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/06012022-pembelajaran_tatap_muka.jpg)