Sejarah
Komunisme: Perjalanan dan Asal Usul Palu Arit Jadi Lambang Kebesaran Partai
Komunis adalah ideologi ekonomi dan politik yang menerapkan sistem tanpa kelas, di mana alat produksi dimiliki secara komunal yang diatur oleh negara.
Pasca revolusi Bolshevik, lambang palu arit selalu diidentikan dengan pemberontakan dan perlawanan kelas.
Kaum Bolshevik yang menguasai Rusia juga kemudian menggunakan lambang palu arit dalam bendera Uni Soviet.
Revolusi ini rupanya dengan cepat menyebar dan mengilhami berbagai perjuangan kelas di banyak negara.
Komunisme dengan cepat menyebar.
Baca juga: Sarwo Edhi Wibowo dan Perannya dalam Penumpasan G30S PKI, Diperintahkan Soeharto?
Di China, komunis dengan palu aritnya diperkenalkan secara luas setelah kemenangan Partai Komunis China (PKC) pimpinan Mao Zedong mengalahkan Partai Nasionalis China (Kuomintang).
Mao Zedong ingin menciptakan ekonomi China yang makmur dengan menggabungkan ide-ide ekonomi proletar dari Karl Marx, Lenin, dan Stalin.
Pandangan yang terkenal dengan nama Maoisme itu pada dasarnya membawa Cina menjadi negara komunis gaya baru.
Berbeda dengan ajaran revolusi Karl Marx yang menekankan kaum proletariat sebagai penggerak revolusi.
Menurut versi Mao, pergerakan revolusi sejatinya berasal dari kaum petani, bukan kaum pekerja.
Baca juga: Cakrabirawa Berkhianat Demi G30S PKI, Dapat Misi dari Soeharto
Sebagaimana kaum Bolshevik Rusia, Mao Zedong juga menggunakan palu arit dalam bendera China RRT.
Dua negara komunis tersisa lainnya, yakni Kuba dan Korea Utara tidak menggunakan lambang palu arit dalam bendera negaranya.
Di Indonesia, lambang palu arit juga sempat digunakan oleh PKI pimpinan DN Aidit.
Belakangan, semua lambang palu arit dilarang keras pemerintah Orde Baru pasca peristiwa G30S. (*)
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bendera-partai-komunis-dengan-lambang-palu-dan-arit.jpg)