ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Tribun Militer

Letjen I Nyoman Cantiasa, Perwira TNI yang Pernah Terjun Operasi Berbahaya di Papua dan Somalia

Jenderal Andika Perkasa menempati urutan pertama perwira TNI yang memiliki harta kekayaan paling banyak, yaitu sebanyak Rp 179,9 miliar.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Pankogabwilhan III, Mayjen I Nyoman Cantiasa. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa kini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.

Ia sebelumnya menjabat Pangdam XVIII/Kasuari.

Cantiasa ditunjuk memimpin Pangkogabwilhan III menyusul Surat Keputusan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, berdasarkan Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Sebelum mengemban jabatan tersebut, nama perwira tinggi TNI asal Bali itu juga sempat digadang masuk bursa kandidat Pangkostrad.

Baca juga: Mayjen I Nyoman Cantiasa: Selangkah pun Kami Tak Mundur dengan Serangan KST

Ternyata sejak awal kariernya, Perwira TNI kelahiran 26 Juni 1967 tersebut tercatat telah berkiprah dalam operasi-operasi berbahaya dan penting dalam sejarah pelibatan TNI dalam mengatasi aksi teror.

Ketika masih berpangkat Letnan Satu, Cantiasa telah diterjunkan dalam operasi pembebasan anggota tim Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma Papua pada 1996.

Selain itu, lulusan Akademi Militer tahun 1990 tersebut juga pernah diterjunkan dalam operasi pembebasan sandera Anak Buah Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak pada 2011 di Perairan Somalia.

Cantiasa mengatakan ia yang saat itu menjabat sebagai Komandan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor 81) Kopassus turut terlibat merancang operasi pembebasan sandera tersebut.

Saat itu, kata dia, timnya melaksanakan operasi bersama pasukan elit TNI AL yakni Detasemen Jalamangkara.

Menurutnya operasi tersebut adalah operasi yang punya tingkat kesulitan sangat tinggi.

Cantiasa juga berpengalaman tugas di Papua, antara lain sebagai Danrem 173/PVB (Biak) Kodam XVII Cenderawasih dan Kasdam XVII Cenderawasih pada 2017.

Baca juga: LBH Desak Pemerintah Pusat Hentikan Pembahasan Pemekaran Provinsi Papua 

Kemudian pada 2018 ia menjabat sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI hingga ia kemudian menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada 2019.

Terakhir, sebelum menjabat Panglima Kogabwilham III saat ini Cantiasa menjabat sebagai Panglima Kodam XVIII Kasuari pada 2020.

Diangkat Jadi Anak Adat Papua

Paling mengejutukan, Cantiasa semasa menjabat Pangdam Kasuari, dikukuhkan sebagai anak adat Papua atau 'Man Waren Saireri' oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Saireri, wilayah Papua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved