Papua Terkini

Soal DOB, Ali Kabiay: Harus Perhatikan Kultur dan Budaya di Papua!

Misalkan Nabire yang memiliki kultur adat Saireri, ini malah dimasukan ke wilayah Mepago

Istimewa
Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri, Kabupaten Nabire, Ali Kabiay 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri, Kabupaten Nabire, Ali Kabiay mengatakan soal Daerah Otonomi Baru (DOB), pemerintah pusat harus lebih melihat kultur dan budaya di Papua.

"Sebagai generasi muda di Papua, pastinya kami mendukung percepatan di wilayah Papua melalui pemekaran wilayah jadi beberapa provinsi, tetapi hal ini harus dilakukan berdasarkan kultur dan budaya adat. Misalkan Nabire yang memiliki kultur adat Saireri, ini malah dimasukan ke wilayah Mepago," jelasnya.

Kata Ali, yang sebenarnya Nabire itu tidak memiliki budaya Meepago.

Baca juga: Senator Papua Barat Khawatir Pemekaran Bisa Ciptakan Kemiskinan Baru di Papua

"Kami tidak menggunakan budaya Koteka, tetapi Cidako, lalu alat transportasi seperti perahu, kami juga gunakan dua semang, berbeda dengan di danau paniai yang tidak menggunakan semang," kata Ali kepada Tribun-Papua.com, di Jayapura, Senin (7/02/2022).

Maka kata Ali, sebanarnya Nabire itu posisinya bukan di Papua Tengah, tetapi masuk provinsi Papua karena di wilayah Saireri.

Oleh sebab itu, kata Ali, Pemerintah pusat perlu melihat hal-hal seperti ini.

"Kami sebagai pemuda adat di Nabire berharap pemekaran wilayah harus melihat lebih kepada kultur dan budaya," kata Ali.

Lanjut Ali, pemekaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat perlu memproteksi hak-hak dasar dari masyarakat Papua.

Baca juga: Mahasiswa di Sorong Tolak DOB Provinsi Papua Barat Daya

Selain itu, Ali menambahkan, Dengan adanya DOB, Masyarakat Papua juga perlu berkopentisi secara sehat.

"Artinya jika sudah diberi ruang untuk pemerkaran wilayah, maka masyarakat harus bisa membangun diri sendiri dengan berbagai potensi yang ada seperti ekonomi, parawisata, investasi dan lain sebagainya ini harus benar-benar dilakukan oleh orang asli Papua. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved