Pendidikan
Arab Saudi Gencar Tarik Minat Pelajar Indonesia Belajar di PTN Arab Saudi
Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Jeddah bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Riyadh dan Kelompok Belajar
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Jeddah bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Riyadh dan Kelompok Belajar (Pokjar) Madinah menggelar Seminar Internasional Virtual yang dihadiri oleh lebih dari 500 siswa dan siswi SMA.
Pesertanya adalah pelajar baik yang sedang menempuh studi di luar negeri ataupun di dalam negeri.
Tujuan diselenggarakanya acara ini adalah untuk memberi informasi seputar program beasiswa eksternal yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Arab Saudi bagi pelajar asing yang berada di luar kerajaan untuk studi di perguruan tinggi negeri (PTN) di berbagai wilayah di Arab Saudi.
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Jumat 11 Februari 2022: Leo Lakukan Hal Luar Biasa, Gemini Kesepian
“Penyelenggaraan seminar ini sangat tepat karena atdikbud KBRI Riyadh dalam beberapa bulan terakhir sangat aktif menjalin kerja sama dengan beberapa PTN di Arab Saudi,”kata Badrus Sholeh dikutip dari website Kemendikbudristek.
Kegiatan yang bertema “Peluang Beasiswa Pendidikan Sarjana (S1) Bidang Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi Negeri Arab Saudi” tersebut menghadirkan lima narasumber.
Mereka adalah Badrus Sholeh yang merupakan Atdikbud KBRI Riyadh; Anton Satria Prabuwono, guru besar Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi, King Abdulaziz University Jeddah; Noor Maricar, guru besar Fakultas Teknik Unaizah University.
Baca juga: Pemburu Babi Tewas Tertembak Peluru Teman Sendiri, Senjata Meletus saat Pemilik Jatuh di Jalan Licin
Selanjutnya, Tyandwi Dzulkifli Hanief, mahasiswa S1 Fakultas Teknik di Islamic University of Madinah; serta Afiq Ijal Ikhtiari Sigarra, mahasiswa S1 Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi di King Abdulaziz University.
Badrus Sholeh sebagai Atdikbud KBRI Riyadh mengapresiasi kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan baik.
Badrus menjelaskan arah perubahan PTN di Arab Saudi yang sekarang tak hanya memberikan beasiswa untuk mempelajari ilmu agama, tetapi juga ilmu sains dan teknologi.
Selain itu, ia juga menyinggung tentang peluang kerja sama antara universitas di Indonesia dengan universitas yang ada di Arab Saudi.
Baca juga: Awalnya Dikira Sampah, Warga Temukan Mayat Perempuan Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan
“Alhamdulillah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menjalin kerja sama dengan King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM),”ujar Badrus.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Anton Satria Prabuwono tentang profil dan kualitas pendidikan di Arab Saudi khususnya di bidang sains dan teknologi.
Anton menyampaikan bahwa beberapa PTN di Arab saudi mempunyai reputasi internasional yang sangat bagus, baik dari segi peringkat, akreditasi, maupun aktivitas kerja sama internasionalnya.
“Secara akademik beberapa PTN di Arab Saudi seperti King Abdulaziz University (KAU), King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), maupun King Saud University (KSU) mempunyai peringkat yang lebih tinggi daripada universitas favorit di Indonesia,”katanya.
Baca juga: Sampel RS Tunjukkan Vaksinasi Dosis Lengkap Mengurangi Risiko Terburuk COVID-19 Hingga Kematian
Selain sisi akademik di atas, Anton Satria juga menambahkan bahwa fasilitas bagi mahasiswa internasional di Arab Saudi sangat mencukupi.
“Mahasiswa mendapatkan uang saku bulanan sebesar 840 SR sampai dengan 990 SR perbulan. Mahasiswa juga disediakan tempat tinggal yang full furnished, fasilitas olahraga dan medis yang komplet, dan juga tiket pesawat gratis setiap tahun untuk liburan,”ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari pemateri lain, yaitu Noor Maricar yang merupakan guru besar Fakultas Teknik Unaizah University dengan materi mengenai PTN Arab Saudi yang menyediakan beasiswa sains dan teknologi.
Baca juga: Upaya UNESCO Selamatkan Pekerja Kreatif di Masa Pemulihan Pandemi
“Lebih dari 20 PTN di Arab Saudi membuka beasiswa sains dan teknologi bagi mahasiswa internasional,”katanya.
Berikutnya adalah pemaparan dari Tyandwi Dzulkifli Hanief dan Afiq Ijal Ikhtiari Sigarra. Mereka adalah mahasiswa aktif yang sedang belajar sains dan teknologi di PTN Arab Saudi melalui program beasiswa eksternal.
Beasiswa eksternal adalah beasiswa penuh yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Arab Saudi bagi pelajar asing yang berada di luar kerajaan untuk studi di PTN di arab saudi yang tersebar di berbagai wilayah Arab Saudi.
Baca juga: Muhammad Musaad: Rencana Induk Otsus Tahap II Penting untuk Melihat Capaian
Program yang ditawarkan mencakup diploma, sarjana, magister, dan doktor. Persyaratan untuk berpartisipasi dalam program diploma dan sarjana adalah pelamar harus memiliki ijazah SMA atau sederajat dan berusia 17-25 tahun pada saat mendaftar.
“Berbeda dengan beasiswa internal, pendaftar beasiswa eksternal di PTN Arab Saudi hanya perlu melakukan seleksi berkas, tidak ada tes tulis ataupun wawancara,"ujar Dzulkifli Hanief
"Seleksi berkas dilakukan dengan melampirkan dokumen yang dibutuhkan melalui tautan pendaftaran masing-masing kampus,”ujarnya.
Baca juga: Apresiasi Keprihatinan Gubernur Lukas Enembe, Pimpinan Papeda pertanyakan Selama 8 tahun Buat Apa
Adapun dokumen yang wajib dilampirkan adalah sebagai berikut, yaitu: (1) paspor, (2) ijazah SMA atau sederajat, (3) transkrip nilai (halaman belakang ijazah), (4) surat keterangan sehat dari dokter, (5) surat rekomendasi dari lembaga pemerintah terkait seperti Kantor Kemenag dan MUI, (6) Daftar Riwayat Hidup (CV), (7) pas foto ukuran 4x6 dengan latar belakang putih, serta (8) surat izin tinggal wali (iqomah) bagi pendaftar wanita.
Tambahan persyaratan lagi yakni sertifikat bahasa inggris (TOEFL atau IELTS), jika ada.
Baca juga: Jumlah Pasien Dirawat di Rumah Sakit Turun, Strategi Isoman dan Isoter Perlu Lebih Efektif
Selain itu, peminat juga harus memperhatikan agar paspor yang dimiliki masih berlaku minimal dua tahun pada saat mendaftar.
Semua berkas yang belum berbahasa Inggris atau bahasa Arab harus diterjemahkan terlebih dahulu oleh penerjemah resmi tersumpah sebelum melampirkan berkas di laman pendaftaran. Dokumen dapat berubah ubah tiap tahun tergantung kebijakan masing-masing kampus. (Sumber:Kemendikbudristek)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-beasiswa-kgsp.jpg)