Sabtu, 11 April 2026

Covid 19 Papua

[SEJARAH] Hari Ini Tepat WHO Tetapkan Nama Covid-19

Hari ini 2 tahun lalu, tepatnya 11 Februari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menamai penyakit coronavirus baru Covid-19.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Tribun Network
Ilustrasi PASIEN MENINGGAL - Dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan comorbid, meninggal di RSUD Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (9/2/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Hari ini 2 tahun lalu, tepatnya 11 Februari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menamai penyakit coronavirus baru Covid-19.

Dua tahun sudah umat manusia berupaya untuk terhindar dari virus yang cukup mengganggu seluruh sendi kehidupan bermasyarakat.

Dulunya saling bersapa, berjabat tangan, berpelukan satu sama lain. Berinteraksi tanpa harus dengan jarak, kini semuanya tinggal kenangan.

Baca juga: Tak Sama seperti Covid-19, Berikut Ini 6 Gejala Varian Omicron pada Kulit

Interaksi soal tersebut harus dibatas dengan masker. Tak ada lagi jabat tangan erat, tak ada lagi pelukan, dan tak ada lagi pertemuan yang menimbulkan kerumunan.

Sekadar diketahui, penamaan virus itu terjadi setelah beberapa bulan kasus pertama terdeteksi di Wuhan, Cina.

Dikutip dari History, Covid-19 merupakan akronim dari "coronavirus disease 2019".

Pada awalnya orang sering menyebutnya sebagai virus Wuhan, pneumonia misterius, ataupun nCov-2019.

Akan tetapi, menurut WHO, penamaan penyakit menular baru tidak boleh mengandung lokasi geografis.

CO adalah singkatan dari corona, VI adalah untuk virus, D adalah untuk disease atau penyakit, dan 2019 merupakan tahun pertama kali ditemukan.

Penyakitnya dinamai Covid-19. Sementara itu, virusnya adalah virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 Tanpa Gejala Cukup Isolasi Mandiri

Pandemi Covid-19 saat ini diduga bermula dari Wuhan, China. Dilansir dari Kompas.com, (7/1/2020), pada awalnya penyakit ini disebut pneumonia misterius yang mewabah di kota Wuhan.

Penyakit ini pertama kali diinformasikan kepada kantor WHO di China pada 31 Desember 2019. Hingga awal Januari, sudah ada sekitar 59 kasus pneumonia misterius yang dilaporkan.

Kasus yang sama dicurigai muncul di Hong Kong. Gejala penyakit itu meliputi demam, kesulitan bernapas, dan lesi pada paru-paru seperti pneumonia.

Penyakit itu mengingatkan banyak orang pada wabah SARS yang sempat menyapu Asia pada 2002. Saat itu menyebar ke 37 negara dan menginfeksi 8.000 orang.

Baca juga: Sampel RS Tunjukkan Vaksinasi Dosis Lengkap Mengurangi Risiko Terburuk COVID-19 Hingga Kematian

Akan tetapi, saat itu, otoritas Wuhan berkata bahwa penyakit itu bukan SARS, MERS, atau flu burung. Sebagian besar pasien yang terinfeksi merupakan pedagang di pasar makanan laut di Wuhan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved