Minggu, 12 April 2026

Sosok

Menilik Sosok Dokter Seribu Rupiah dari Kacamata Si Bungsu

Semua buah hatinya bangga atas kerja keras, dedikasi, serta kemurahan hati ayahnya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
istimewa
FOTO KELUARGA - Dokter Seribu Rupiah, FX Soedanto, dan istrinya Elisabeth Tangkere, berfoto bersama keluarganya 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Masih ingat Dokter Seribu Rupiah?

Fransiskus Xaverius Soedanto akrab disapa Dokter Seribu Rupiah karena kemurahan hatinya melayani masyarakat dengan tidak memasang tarif tinggi.

Menikah dengan pasangannya Elisabeth Tangkere di Agats, Kabupaten Asmat, Papua, pada 1979, keduanya dikaruniai 4 buah hati.

Semua buah hatinya bangga atas kerja keras, dedikasi, serta kemurahan hati ayahnya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, baik di Asmat maupun di Jayapura.

Sebut saja Ria Permata Sudanto, si bungsu dari pasangan Soedanto – Elisabeth ini sangat bangga dengan pekerjaan kemanusiaan yang dilakukan ayahnya selama 46 tahun di Papua.

“Saya selalu bangga dengan jejak pelayanan bapak di Papua," kata Ria kepada Tribun-Papua.com.

Baca juga: Masih Ingat Dokter Seribu Rupiah? Bertahun-tahun Masuk Keluar Hutan Asmat Demi Melayani Pasien

Pasalnya, sambung Ria, ayahnya selalu setia dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Papua.

Tak hanya itu, Ria bahkan mengaku bahwa ayahnya tak pernah memandang siapapun yang ia layani.

Dengan kata lain, tak peduli latar belakang pasiennya, Soedanto pasti layani, baik konsultasi, pemeriksaan, maupun pengobatan.

Si bungsu dari 4 bersaudara ini tak sekalipun mendengar keluhan ayahnya melayani pasien.

Termasuk soal upah dari pelayanan kesehatan yang diberikan.

"Bapak tidak pernah mengeluh ke kami anak-anak. Bapak malah senang. Kadang ada yang berobat tidak bayar, bapak tidak persoalkan itu," jelasnya.

Sampai-sampai, tidak sedikit pasien bertanya-tanya kenapa tarif pemeriksaan diberikan Soedanto begitu murah.

"Menjawab itu, biasanya bapak tersenyum dan berkata; dari dulu saya hidup susah dan melayani orang-orang susah. Jadi walau hanya dibayar seadanya, itu bukanlah masalah,” ungkap Ria menggambarkan perkataan ayahnya.

Baca juga: Elisabeth, Sosok Wanita Setia Pengiring Langkah Kaki Dokter Seribu Rupiah

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved