Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

Jumlah Pasien Dirawat Tetap Stabil, 3T dan Vaksinasi Terus Didorong

emerintah terus berupaya menekan angka penularan kasus COVID-19 yang didominasi varian Omicron.

Editor: Maickel Karundeng
dok-kemenkes
OMICRON - varian baru virus covid-19 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Pemerintah terus berupaya menekan angka penularan kasus COVID-19 yang didominasi varian Omicron.

Hal ini termasuk melakukan beragam upaya pencegahan dan mendorong laju vaksinasi. Strategi ini efektif menekan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Pilkada Yalimo: 3 Kali Gugatan ke MK Hingga Masyarakat Jadi Korban

Hingga Jumat (11/2/2022) pukul 17.00 WIB, pasien yang dirawat di rumah sakit mencapai 29 persen dari total kapasitas tempat tidur dan isolasi yang disediakan untuk pasien COVID-19 secara nasional.

Sebagian besar pasien yang masuk rumah sakit juga memiliki gejala ringan dan tanpa gejala (OTG).

Selain mengimbau masyarakat yang tidak bergejala dan gejala ringan untuk melakukan isolasi mandiri dan terpadu, pemerintah juga terus meningkatkan testing.

Hingga Kamis (10/2/2022), pemerintah sudah melakukan 416.065 spesimen yang dites tiap harinya.

Baca juga: Alfredo Vera Kecewa Besar, Persipura Bersiap Turun Kasta

"Kenaikan angka perawatan pasien ini memang harus dikontrol agar layanan kesehatan masyarakat tidak terpengaruh secara berarti,"kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid dikutib dari website Kemenkes.

Dengan begitu, kata dia, skema mendorong masyarakat yang bergejala ringan atau tanpa gejala (OTG) untuk isolasi di rumah menjadi strategi pilihan agar pasien yang lebih membutuhkan, termasuk mereka yang bergejala berat dan kritis, dapat memperoleh perawatan intensif.

Menurut dia, selain mengalokasikan rumah sakit bagi mereka yang lebih membutuhkan layanan intensif, pemerintah juga terus mendorong program vaksinasi nasional.

Baca juga: Khasiat Cengkeh untuk Kesehatan, Tinggi Antioksidan hingga Bantu Kendalikan Gula Darah

Hingga 9 Februari 2022, Indonesia telah memiliki lebih dari 500 juta vaksin dan hingga 11 Februari 2022 pukul 12.00 WIB, total 187,9 juta (90,23 persen) jumlah masyarakat Indonesia telah divaksinasi dosis 1 dan 134,6 juta (64,64 persen) telah divaksinasi dosis 2.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti program vaksinasi pemerintah karena vaksinasi telah terbukti secara ilmiah mampu mengurangi risiko terburuk akibat terinfeksi COVID-19.

"Data Kemenkes periode 21 Januari hingga 8 Februari 2022 menunjukkan dari 487 pasien COVID-19 yang meninggal, 66 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap,"ujarnya.

Baca juga: FLASHBACK Pilkada Yalimo: Masyarakat Terdampak Konflik

"Kami terus mendorong masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang telah disediakan secara gratis oleh pemerintah, termasuk vaksinasi booster, terutama bagi mereka yang lansia,"katanya.

Penelitian terbaru Kemenkes, kata dia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia menunjukkan mereka yang sudah mendapatkan vaksin Sinovac dua dosis, pemberian vaksin booster setengah dosis mampu meningkatkan antibodi yang sebanding dengan dosis penuh,"ujarnya.

Baca juga: Diskursus Polda Papua, Sejumlah Tokoh Papua Diberikan Penghargaan

Jarak waktu terbaik untuk mendapatkan booster COVID-19 adalah minimal 6 bulan setelah menerima vaksinasi kedua.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved