Kasus Penimbunan 1,1 Juta Liter Minyak Goreng, Produsen Akui Takut Rugi jika Segera Dilepas ke Pasar

Kasus peenimbunan 1,1 juta liter minyak goreng terjadi di sebuah gudang penyimpanan di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Editor: Claudia Noventa
Tribun Medan
Gudang produsen minyak goreng di Deliserdang yang ditemukan menumpuk 1,1 juta kilogram minyak goreng yang siap dipasarkan. Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara menemukan tumpukan minyak goreng sebanyak 1,1 juta kilogram di dalam gudang yang merupakan milik dari satu produsen di daerah Deliserdang pada Jumat (18/2/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kasus peenimbunan minyak goreng terjadi di sebuah gudang penyimpanan di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 1,1 juta liter minyak goreng yang sengaja ditimbun di dalam gudang tersebut.

Kasus tersebut berhasil diungkap oleh Satgas Pangan Sumatera Utara.

Alasan penimbunan tersebut rupanya karena pihak produsen takut merugi.

Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumut Naslindo Sirait yang memimpin sidak itu menjelaskan, minyak goreng tersebut diduga sengaja ditahan oleh pihak produsen menyusul penetapan satu harga per 1 Februari 2022 lalu.

Mereka menimbun barang-barang tersebut pada sebuah gudang di Jalan Industri, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Baca juga: Viral Video Emak-emak Rebutan Minyak Goreng di Supermarket, Serbu Etalase dan Saling Dorong

Takut Rugi

Naslindo mengungkapkan, petugas sempat menanyakan kenapa pasokan minyak goreng itu tak segera dilepas ke pasar.

"Mereka jawab, takut rugi," ungkap Naslindo.

Pihak perusahaan mengaku takut merugi karena HET yang ditetapkan pemerintah masih di bawah biaya produksi yang ditanggung perusahaan.

Padahal, kata dia, pemerintah memiliki mekanisme tersendiri agar pihak pengusaha bisa mengklaim kerugian yang timbul.

Sehingga sebenarnya tak ada alasan bagi produsen untuk sengaja menahan pasokan, sementara masyarakat membutuhkan minyak goreng.

Penemuan ini pun langsung diserahkan ke pihak kepolian untuk diusut lebih lanjut. Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mulai melakukan penyelidikan.

Baca juga: Kebijakan Minyak Goreng Rp 14 Ribu Belum Optimal se-Indonesia

Penuhi 6-10 Persen Kebutuhan dalam Sebulan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved