Nasional

Baru 6,1 Juta Wajib Pajak se-Indonesia yang Sudah Laporkan SPT

Neilmaldrin mengungkapkan, jenis SPT badan masih minim karena batas waktu penyampaian masih berlangsung hingga akhir April 2022.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI - Warga wajib pajak membuat laporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung Cibeunying, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Kamis (29/3/2018). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan rasio kepatuhan membayar pajak telah mencapai 32,12 persen dari target rasio sebesar 80 persen untuk tahun 2022.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor, menyebutkan sekitar 6,1 juta wajib pajak (WP) sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) hingga 14 Maret 2022.

"Jumlah penerimaan SPT per 14 Maret sebanyak 6.103.504, yang terdiri dari SPT OP (Orang Pribadi) 5.920.237, sisanya adalah SPT Badan 183.267," kata Neil, Senin (14/3/2022).

Neilmaldrin mengungkapkan, jenis SPT badan masih minim karena batas waktu penyampaian masih berlangsung hingga akhir April 2022.

Jika dilihat dari metode penyampaiannya, SPT yang disampaikan secara elektronik telah mendominasi, yakni 5,88 juta.

Baca juga: Sepanjang 2021, Kanwil DJP Papabrama Kumpulkan Penerimaan Pajak Rp 11,35 Triliun 

Sementara SPT secara manual disampaikan oleh 3,57 persen WP atau 218.000 WP.

Rinciannya, yakni penyampaian SPT melalui e-filling sebanyak 5,73 juta, melalui e-form sebanyak 392.353 WP, dan melalui e-SPT sebesar 119.558 WP.

"Untuk perbandingan per awal bulan ini dengan periode yang sama sampai dengan Februari 2022 tumbuh 0,21 persen," sebut Neil.

Lebih lanjut Neil menyebut, beberapa strategi bakal dioptimalkan DJP untuk meningkatkan kepatuhan pajak WP.

Baca juga: Hati-hati Jangan Sampai Dua Kali Bayar Pajak, Alexander : Buktinya Harus Simpan

Strategi pertama adalah melakukan sosialisasi secara langsung dan tidak langsung melalui kanal kehumasan DJP, termasuk penyelanggaraan kelas pajak. Lalu, mengirim email blast kepada WP untuk segera melaporkan SPT dengan tagline "lebih awal lebih baik".

Pihaknya juga mengirim email blast kepada pemberi kerja untuk menerbitkan Bukti Potong bagi karyawan.

"Bekerja sama dengan Kemenpan-RB untuk mengimbau seluruh ASN agar lapor SPT tepat waktu, dan menjadikan figur publik sebagai tokoh panutan penyampaian laporan SPT tepat waktu," tandas Neil. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved