Pendidikan
Dorong Mahasiswa Ikuti Program Magang di MBSI, Terget 500 Organisasi dan Industri Buka Loker
Kemendikbudristek terus berupaya mengirim mahasiswa untuk mengikuti program magang di studi independen bersertifikat
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pihaknya terus berupaya mengirim mahasiswa untuk mengikuti program magang di studi independen bersertifikat
Menteri Nadiem menyebut, pada 2020 sebanyak 12 ribu mahasiswa telah mengikuti program magang dan studi independen bersertifikat (MBSI).
Baca juga: Kronologi Siswi Kelas 5 SD Hilang sejak Senin, Pergi dari Rumah Tanpa Izin setelah Dinasihati
Tahun ini, lanjut dia, jumlahnya bakal bertambah menjadi 50 ribu mahasiswa. Ditargetkan, sebanyak 500 organisasi dan industri akan membuka lowongan pekerjaan (loker).
Kampus Merdeka juga menawarkan program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri atau Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Baca juga: FDA Buka Data Uji Klinis Pfizer, Ada Ribuan Kejadian Buruk
Program ini memberi kesempatan untuk mahasiswa berkuliah selama enam bulan di luar negeri.
Program lainnya yakni pertukaran mahasiswa dalam negeri di mana mahasiswa akan berkuliah di kampus lain di luar daerahnya, untuk memperluas wawasan dan pengalamannya serta menambah kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Baca juga: Polisi Ungkap Identitas Mayat di Bawah Tol Semarang, Nakes Asal Sleman yang sempat Dilaporkan Hilang
Berbagai program MBKM yang telah berjalan diharapkan dapat memicu program serupa untuk dilaksanakan di tingkat lokal.
Mendikbudristek menilai, banyak universitas memiliki potensi besar untuk berinovasi.
Baca juga: Dukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Presiden : Mahasiswa Bisa Belajar Kapan Saja
“Kami mendorong masing-masing kampus membuat program-program MBKM-nya sendiri. Ini menjadi kesempatan universitas di daerah untuk berkolaborasi dengan banyak industri lokal yang bisa mendukung kegiatan magang, studi independen, riset, dan lain-lain,”kata Menteri Nadiem dilansir dari kemdikbud.go.id.
Baca juga: Meski Penanganan COVID-19 Menunjukkan Perbaikan, Tetap Waspda Dalam Status Pandemi
“Pemerintah pusat hanya bisa mengawali dengan langkah kecil. Sementara, potensi MBKM ini tidak terbendung,"ujarnya.
"Potensi yang lebih besar lagi sebenarnya adalah masing-masing universitas menciptakan program-programnya sendiri untuk mahasiswanya,”tambah Menteri Nadiem. (Sumber : kemdikbud.go.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mendikbud-ristek-nadiem-makarim.jpg)