Covid 19

Meski Penanganan COVID-19 Menunjukkan Perbaikan, Tetap Waspda Dalam Status Pandemi

Meski Penanganan COVID-19 konsisten menunjukkan perbaikan, tapi tetap waspda lantaran masih dalam status pandemi

Editor: Musa Abubar
Tribunnews.com
ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Meski Penanganan COVID-19 konsisten menunjukkan perbaikan, tapi tetap waspda lantaran masih dalam status pandemi

Pada Selasa (15/3/2022), kasus aktif COVID-19 kembali tercatat turun dari 312.958 pada Senin (14/3) menjadi 299.443.

Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat Hari Ini, Rabu 16 Maret 2022: Kasus Capai 78.571

Penurunan ini diikuti juga oleh penurunan angka keterisian rumah sakit nasional menjadi 19 persen dari 21 persen di hari sebelumnya Senin (14/3).

Kasus COVID-19 baru dalam seminggu terakhir hingga Senin (14/3) juga menunjukkan penurunan sebesar 32 persen, sekaligus lebih rendah dari Januari 2022 lalu.

Baca juga: Setelah Tembak Rekan dan Oknum Brimob, Pratu R sempat Kabur ke Luar Daerah, Sembunyi di Rumah Warga

Meski begitu, kasus Selasa (15/3) sedikit naik menjadi 14.408 setelah sebelumnya sempat berada di poin cukup rendah di angka 9.629 pada Senin (14/3).

Perbaikan lainnya dari penanganan COVID-19 adalah penurunan jumlah kematian sebesar 5 persen jika dibanding dengan minggu sebelumnya.

Baca juga: Setelah Tembak Rekan dan Oknum Brimob, Pratu R sempat Kabur ke Luar Daerah, Sembunyi di Rumah Warga

Positivity rate mingguan hingga Senin (14/3) tercatat 13,98 persen, turun dari angka sebelumnya yang sempat tercatat di 14,25 persen.

"Meskipun indikator penanganan COVID-19 saat ini menunjukkan perbaikan, namun kita tetap harus terus waspada karena kita masih dalam status pandemi,"kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi dikutib dari kemkes.go.id.

Baca juga: KNPB Diduga Terlibat di Kerusuhan Yahukimo, Polda Papua: Kita Sudah Tanya ke Seniornya

"Sangat penting bagi kita untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi untuk terus menekan laju penyebaran virus,"ujarnya.

Dia mengatakan, Indonesia belum dapat mengumumkan status endemi karena sejumlah indikator yang belum memenuhi kriteria.

Baca juga: Kunjungi Lanal Timika, Jendral TNI Gatot Mardiyono Motivasi Anggota

"Perlu diketahui bahwa untuk mencapai status endemi COVID-19 diperlukan beberapa indikator, seperti positivity rate di bawah 5 persen, angka keterisian rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR) di bawah 5 persen, laju transmisi (Rt) di bawah angka 1, dan vaksinasi 2 dosis lebih dari 70 persen dari total populasi,"katanya.

"Semua indikator ini harus dipenuhi secara konsisten selama enam bulan,"ujarnya.

Baca juga: Kronologi Siswi Kelas 5 SD Hilang sejak Senin, Pergi dari Rumah Tanpa Izin setelah Dinasihati

Terkait informasi adanya sub varian Omicron BA.2. yang sudah masuk ke Indonesia, serta varian Deltacron yang sudah ada di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Belanda, Perancis, dan Denmark, dr. Nadia menegaskan apapun jenis virusnya, protokol kesehatan dan vaksinasi tetap menjadi perlindungan yang ampuh.

"Hingga saat ini, pemerintah belum mendeteksi kasus varian Deltacron di Indonesia dan kita terus akan memantau,"katanya.

Baca juga: FDA Buka Data Uji Klinis Pfizer, Ada Ribuan Kejadian Buruk

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved