Kemenkumham

Ini Pesan Stafsus Kemenkumham Fajar B.S Lase Usai Tinjau Lapas Narkotika Doyo

Stafsus) Kementerian Hukum dan HAM RI, Fajar B. S. Lase, mengatakan perlu adapembinaan lingkungan Lapas termasuk Lapas Narkotika Doyo

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Suasana kunjungan Stafsus Kemenkumham RI di Lapas Kelas IIA Narkotika Jayapura Jl Sentani-Depapre No 90, Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Rabu (16/03/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Hukum dan HAM RI, Fajar B. S. Lase, mengatakan perlu adapembinaan lingkungan sekitar Lapas Kelas IIA Narkotika Doyo, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

"Dalam keesempatan ini, kita bisa melihat langsung keadaan Lapas Narkotika Jayapura, dan saya tidak bicara tentang bagaimana kita pendiri reformasi dan birokrasi,"kata Fajar disela-sela kunjungannya ke Lapas Narkotika Doyo, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Sindir Menteri yang Bicara Penundaan Pemilu, Masinton Pasaribu: Sumbernya Big Data atau Big Mouth?

"Tetapi mari kita lihat apa yang ada di depan mata, tentu kita memiliki keinginan tempat tinggal yang baik, begitu juga sama dengan tempat kerja kita yang sebagai rumah kedua kita,"ujarnya lagi.

Baca juga: Warga Sipil Kembali Berguguran, Rusia Tembak Mati 3 Pemuda di Chernihiv

Oleh karena itu, kata Fajar, rumah kedua tersebut harus lebih bersih, dan dikelola serta ditata dengan sebaik-baiknya.

"Sebab hal itu merupakan semangat perubahan, baik untuk merubah pola pikir kita, dan juga kita perlu memastikan masyarakat binaan harus dilayani dengan baik,"katanya.

Baca juga: 10 Manfaat Cengkeh bagi Kesehatan, Bantu Sembuhkan Tukak Lambung hingga Atasi Sakit Gigi

Menurut Fajar, bagaimana mungkin mau membicarakan perubahan dan semangat untuk memiliki budaya baru, tetapi apa yang ada di depan mata belum dibenahi.

"Sederhana saja, di lingkungan, rumput-rumput yang sudah tinggi, drainase yang tidak tertata baik dan banyak kotoran, serta tanaman dibiarkan tumbuh sedemikian rupa,"katanya.

Baca juga: Kemenhub Pastikan Kesiapan Rekayasa Lalu Lintas dan Transportasi Darat Jelang MotoGP Mandalika

"Kalau sepeti ini, maka tidak bisa kita bicara tentang semangat perubahan, sebab apabila tidak ada keinginan untuk membenahi rumah kedua ini maka kita tidak bisa membicarakan semangat zona integritas,"ujarnya lagi.

Fajar mengatakan, jika memang mau merubah semangat bekerja, maka langkah pertama yang harus dilihat adalah lingkungan yang ada.

Baca juga: Mendag Lutfi Resmi Cabut Aturan Harga Tertinggi Minyak Goreng

"Jangan bilang kami tidak punya biaya, atau tidak punya anggaran, sebab itu sama saja kalah sebelum bertempur,"katanya.

"Siapapun orang ingin merencanakan sesuatu, maka anggaran itu nomor sekian, tetapi semangatnya untuk berfikir ke depan bagaimana mau merubah tempat tersebut menjadi baik,"ujarnya.

Oleh sebab itu, perlu dipikirkan dan inventarisasi masalahnya.

Baca juga: Kunker ke Papua, Stafsus Kemenkumham RI Fajar B.S Lase Bahas 8 Poin Menuju WBK

"Apa masalah-masalah kita di lingkungan yang belum tertata dengan baik, maka dari situlah kita dapat bekerja untuk memperbaikinya, baik itu lingkungan, dan lainnya, setelah itu, baru dibicarakan soal warga binaan dengan skill dan lain sebagainya,"katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved