Kesehatan
Infeksi Kandung Kemih Mulai Dari Ginjal Sampai Uretra
Infeksi kandung kemih lebih berdampak pada wanita jika dibandingkan dengan pria/laki-laki.
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Infeksi kandung kemih lebih berdampak pada wanita jika dibandingkan dengan pria/laki-laki.
Infeksi saluran kemih merupakan infeksi atau peradangan disemua saluran kemih, mulai dari ginjal sampai dengan uretra.
Baca juga: Pasca Kerusuhan Yahukimo, Polisi Sebut Warga Sudah Beraktivitas Seperti Biasa
Saluran kemih mulai dari ginjal kanan kiri, menjadi ureter kiri kanan, berkumpul menjadi kandung kemih.
Kandung kemih terletak ditengah, pada perut bagian bawah dan keluar satu saluran bernama uretra.
Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa makanan.
Baca juga: Iwan Syahril Sebut Teknologi Dorong Pembelajaran Berkualitas Bagi Anak Bangsa
Jika mengonsumsi makanan protein, zat sisanya harus dikeluarkan terutama melewati ginjal.
Ketika kita minum air 1,5-2L per hari , akan dikeluarkan lewat ginjal dan disebut sebagai urine.
Banyak faktor-faktor penyebab infeksi saluran kemih, bisa disebabkan karena kurang menjaga kebersihan saluran kemih.
Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembawa Narkotika Jenis Ganja di Pelabuhan Laut Jayapura
Faktor resiko lain misalnya pada orang-orang yang sering menahan buang air kecil, dan kurang minum.
Terjadinya infeksi saluran kemih terutama karena faktor kebersihan.
Baca juga: Apakah Disabilitas Merupakan Bawaan dari Lahir? Ini Penjelasan dr. Vincentus Yoshua
Menahan buang air kecil tanpa disadari justru berdampak pada infeksi saluran kemih.
Infeksi saluran kemih bisa menyerang siapa saja, tetapi memang resiko pada wanita lebih besar dibandingkan dengan pria.
Karena dari sisi letak kemih wanita lebih pendek dibandingkan pria.
Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat Hari Ini, Kamis 17 Maret 2022: Total Kasus Capai 78.205
Selain itu, letak kemih wanita lebih dekat dengan anus.
Sehingga jika kurang menjaga kebersihan, terkadang kuman-kuman yang berada anus masuk ke dalam saluran kemih dan menyebabkan infeksi.
Jika infeksinya hanya ringan, diobati dengan antibiotik beberapa hari secara tuntas maka bisa sembuh.
Baca juga: Terbukti Tidak Ada Unsur Kesengajaan, Sopir Vanessa Angel Tubagus Joddy Dituntut 7 Tahun Penjara
Tetapi jika minum obat yang disarankan oleh dokter dan air putih tidak teratur akan menyebabkan infeksi berulang atau menetap dan kronis.
Infeksi saluran kemih yang kronis efeknya infeksi akan menjadi lebih parah, bisa masuk ke ginjal, bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal.
Baca juga: Masih Harus Jalani Isoman, Walkot Solo Gibran Rakabuming Masih Positif Covid-19 dan akan PCR Lagi
Seseorang yang berusia aktif secara reproduksi beresiko mengalami infeksi saluran kemih, karena bakteri tersebut bisa didapatkan dari hubungan seksual.
Perempuan yang berusia lanjut memiliki resiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih.
Baca juga: Petani 61 Tahun Ditangkap setelah Kepergok Polisi Bawa Pulang Pohon Jati Tumbang dari Hutan Negara
Karena pada perempuan yang sudah mengalami menopause, kadar esterogen sangat rendah maka saluran kemih menjadi kering dan rapuh sehingga mudah terkena infeksi.
Gejala infeksi saluran kemih yang kerap dirasakan adalah merasa selalu ingin buang air kecil, dan saat buang air kecil terasa panas atau perih pada saluran kencing.
Baca juga: Freeport Pacu Percepatan Pembangunan Smelter di Gresik Jawa Timur
Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV Makassar bersama dengan dr. Melda Tessy, Sp.PD-KGH. Seorang dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal hipertensi,Jumat (16/3/2018).
(Sumber : TribunHealth.com)