Subsidi Minyak Goreng Papua

Sudah 3 Pekan, Mendag 'Ngelantur' Soal Mafia Minyak Goreng?

Janji Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi untuk mengumumkan tersangka mafia minyak goreng hingga kini belum dipenuhi.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun
SIDAK - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat, mengggelar sidak di sebuah gudang distribusi minyak goreng di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (18/3/2022) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Janji Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi untuk mengumumkan tersangka mafia minyak goreng hingga kini belum dipenuhi.

Sebelumnya, Mendag Lutfi berjanji akan mengumumkan dalang atau mafia dari minyak goreng yang sempat membuat kelangkaan di pasaran.

Bahkan, Mendag Lutfi telah mengantongi nama-nama mafia minyak goreng yang telah meresahkan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.

Baca juga: Stok Minyak Goreng Jelang Ramadan di Kabupaten Jayapura Aman

Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis 18 Maret 2022 silam, Lutfi mengungkap bahwa ada pihak yang mengalihkan minyak subsidi ke minyak industri dan mennyelundupkan minyak goreng ke luar negeri.

Pihak-pihak ini juga mengemas ulang minyak goreng agar bisa dijual dengan harga yang tak sesuai harga eceran tertinggi (HET). Mereka itulah yang Lutfi sebut sebagai mafia minyak goreng.

"Ini adalah spekulasi atau deduksi kami dari Kementerian perdagangan, ada orang-orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak goreng ini," ucap Mendag Lutfi dikutip pada Jumat (8/4/2022). 

"Misalnya yang seharusnya jadi konsumsi masyarakat masuk ke industri, atau diselundupkan ke luar negeri, ini adalah mafia yang mesti kita berantas bersama-sama," kata dia lagi.

Kala itu, dia mengatakan, Kemendag bersama Satuan Tugas Pangan Polri terus menelusuri keberadaan para mafia tersebut.

Pemerintah tak akan kalah dari para mafia minyak goreng.

Baca juga: Cara Mendapatkan BLT Minyak Goreng dan Bantuan Subsidi Upah yang Cair di Bulan April

"Saya, kita pemerintah, tidak pernah mengalah apalagi kalah dengan mafia, saya akan pastikan mereka ditangkap dan calon tersangkanya akan diumumkan hari Senin (21 Maret 2022)," katanya.

Lutfi mengaku telah memberikan data terkait praktik mafia minyak goreng tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polri agar dapat diproses hukum.

Dia menuturkan, praktik yang dilakukan oleh para mafia tersebut antara lain mengalihkan minyak subsidi ke minyak industri, mengekspor minyak goreng ke luar negeri, hingga mengemas ulang minyak goreng agar bisa dijual dengan harga yang tak sesuai HET.

"Saya akan perangi dan memastikan mereka yang mengerjakan itu akan dituntut di muka hukum," ujar Lutfi.

Baca juga: Polisi Manokwari Sebut Minyak Goreng Tidak Langka, Pedagang Malah Mengeluh: Mana yang Benar?

Lutfi pun mengaku bersalah karena tak bisa memprediksi lonjakan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved