Nasional
Menhub Budi Karya Sumadi Siapkan Tiga Skema Mudik Lebaran
Menurut Budi Karya, saat ini masih terus dilakukan diskusi dengan stakeholder terkait antisipasi angkutan mudik lebaran 2022.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyiapkan tiga skema rekayasa lalu lintas saat periode angkutan mudik lebaran 2022.
Hal itu untuk mengantisipasi kemacetan selama mudik lebaran.
“Ada tiga tiga rekayasa lalu lintas yaitu contra flow, one way dan penerapan ganjil genap di jalan tol,” kata Budi Karya, Jumat (15/4/2022).
Baca juga: Khawatir Covid-19 Melonjak Usai Lebaran, Jokowi Menyesal Izinkan Mudik di Tahun Ini?
Penerapan tiga rekayasa lalu lintas ini, lanjut Budi Karya, masih dalam pembahasan karena bisa dilakukan pada 28 April 2022 atau 25 April 2022.
“Kami meminta kepada teman-teman yang memiliki laboratorium simulasi agar dapat memformulasikan sehingga kita bisa rekomendasikan nanti ke presiden,” ucapnya.
Menurut Budi Karya, saat ini masih terus dilakukan diskusi dengan stakeholder terkait antisipasi angkutan mudik lebaran 2022.
Pemudik Wajib Isi eHAC dalam Aturan Terbaru Mudik 2022
Dikutip dari Kontan.co.id, pemudik yang menggunakan seluruh moda transportasi wajib mengisi electronic-health alert card atau eHAC di PeduliLindungi.
Hal tersebut, tertuang dalam aturan terbaru mudik Lebaran 2022.
"Dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 36-38 Tahun 2022, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, baik dengan moda transportasi darat, laut, dan udara wajib mengisi eHAC sebagai syarat untuk melanjutkan perjalanan,” kata Chief of Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Setiaji, Selasa (12/4/2022).
Baca juga: Dukung Mudik Lebaran, Pemkab Merauke Gandeng TNI-Polri Fasilitasi Vaksinasi Covid-19
Mulai 5 April 2022, petugas di seluruh moda transportasi akan memeriksa status kelayakan perjalanan melalui eHAC yang telah para pemudik isi sehari atau sesaat sebelum melakukan perjalanan.
Namun, Setiaji meengatakan, khusus bagi pelaku perjalanan dengan kendaraan pribadi, pemeriksaan akan menerapkan sistem secara acak.
Berikut ini beberapa syarat untuk memperoleh status kelayakan perjalanan bagi pemudik:
- Pemudik yang telah melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib untuk melakukan tes, baik antigen maupun RT-PCR, untuk memenuhi syarat kelayakan terbang.
eHAC akan menilai kelayakan terbang berdasarkan hasil tes tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/1442022_rilis_astra.jpg)