Nasional

SBY Disebut Bapak Perdamaian, Demokrat Ungkit Konflik Poso, Aceh, hingga Papua

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat julukan Bapak Perdamaian Kemensetneg berdasarkan versi Museum Kepresidenan Balai Kirti.  

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara Malam Silaturahmi dan Kontemplasi di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/4/2022).(KOMPAS.com / IRFAN KAMIL) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat julukan Bapak Perdamaian dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) berdasarkan versi Museum Kepresidenan Balai Kirti.  

Partai Demokrat pun mengapresiasi sebutan bagi Ketua Majelis Tinggi partai berlambang mercy itu.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, sebutan tersebut sangat tepat diberikan jika melihat rekam jejak capaian SBY saat memimpin negara di periode pertama.

Baca juga: Ingatkan Hanya Ada 1 Matahari di Partai Demokrat, SBY: Kepemimpinan AHY Sudah On the Right Track

"Kami mengapresiasi julukan yang diberikan kepada Pak SBY sebagai Bapak Perdamaian. Tentunya predikat ini memiliki justifikasi yang kuat di mana di periode pertama pemerintahan Pak SBY-JK," kata Kamhar dalam keterangannya, Selasa (19/4/2022).

Kamhar kemudian menjabarkan capaian itu ketika SBY berhasil sebagai kepala negara menyelesaikan sejumlah konflik horisontal di berbagai daerah.

Salah satunya, lanjut Kamhar, adalah konflik di Poso. SBY disebut mewujudkan rekonsiliasi konflik dan penanganan pasca konflik yang optimal.

"Sehingga jejak dan bekas konflik itu tak terlihat dan terasa lagi," imbuhnya.

Selain konflik di Poso, SBY juga diklaim sukses mengakhiri konflik di Aceh dan Papua.

Dia mengingatkan bahwa konflik di dua daerah tersebut telah berlangsung sejak masa Orde Baru (Orba), dan berakhir pada masa kepemimpinan SBY.

Baca juga: Ingat Jenderal Timur Pradopo? Kapolri Paling Bejo di Era SBY: 18 Hari Bertabur Bintang

Cara SBY menyelesaikan konflik disebut menggunakan otonomi khusus sebagai kompromi dan solusi.

"(SBY) berhasil mengakhiri konflik antara negara dengan kelompok-kelompok pro kemerdekaan dengan diberlakukannya otonomi khusus sebagai kompromi dan solusi," jelasnya.

"Jadi pemberian predikat Pak SBY sebagai Bapak Perdamaian sangat tepat sebagai potret capaian di periode pertama," sambung Kamhar.

Akan tetapi, julukan Bapak Perdamaian dirasa telah berganti di masa sekarang bagi SBY.

Kamhar menilai, julukan yang tepat disematkan bagi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat saat ini justru Bapak Demokrasi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved