Nasional
Uji Coba QRIS di Malaysia dan Thailand, Bank Indonesia Hadapi Kerawanan Hacker dan Cyber Crime
Kendati demikian, teknologi selalu mengandung ancaman siber dari oknum tak bertanggung jawab.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Bank Indonesia membawa Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran global.
Saat ini penerapan QRIS tengah diuji coba bersama otoritas sistem pembayaran di Malaysia dan Thailand.
Kendati demikian, teknologi selalu mengandung ancaman siber dari oknum tak bertanggung jawab.
Bahkan, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mencatat, saat awal pengenalan kartu kredit kedua negara ini paling banyak mencatatkan laporan penyelewengan.
“Mulai dari spam sampai transaksi awal-awal. Bila bekerja sama dengan Malaysia dan Thailand, maka harus benar-benar diperhatikan terkait keamanan transaksi. Jangan sampai menimbulkan hacker dan cyber crime yang bisa merusak tatanan QRIS ini,” ungkapnya.
Baca juga: Bank Mandiri Siapkan Semua Infrastruktur QRIS Lintas Negara
Pakar keamanan siber sekaligus Kepala Lembaga Riset Siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha menyatakan banyak pelaku kejahatan membuat QR Code palsu untuk mengarahkan ke rekening lain dan juga ke website berisi malware.
Dia mengatakan, pada kejadian di 2014 silam, otoritas China menghentikan pembayaran dompet digital sementara dalam waktu lama.
Saat itu AliPay dan WeChat Pay menjadi alat pembayaran utama bahkan hingga di pasar dan warung-warung.
“Gara-gara QR Code palsu ini, pemerintah China menghentikan pemakaian WeChat Pay dan Ali Pay sementara waktu saat itu. Hal seperti ini yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan pengampu kebijakan sehingga kemudahan-kemudahan tadi tidak bermuara pada fraud,” jelasnya.
Ia menyatakan faktor keamanan siber adalah menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh Bank dan Pemerintah dalam membangun ekosistem keuangan digital di tanah air, termasuk rencana Bank Indonesia yang melakukan uji coba transaksi QRIS dengan Malaysia dan Thailand.
Baca juga: QRIS Go Global, Mulai Buka Layanan Transaksi di Malaysia dan Thailand
Keamanan siber wajib menjadi perhatian serius.
Sebab, selama masa pandemi Covid-19, banyak terjadi serangan berbagai situs dan pencurian data di beberapa institusi pemerintah dan perusahaan besar tanah air.
Merujuk data Badan Siber dan Sandi negara terdapat 88 juta anomali serangan siber yang tercatat di sepanjang tahun 2021.
Termasuk mengancam berbagai layanan dompet digital yang ada saat ini.
“Bahkan sebelum masa pandemi Covid-19 sudah ada beberapa kejadian seperti saldo hilang dan transaksi fiktif," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/scan-aplikasi-qris.jpg)