Subsidi Minyak Goreng Papua

Jokowi: Usut Tuntas Kasus Izin Ekspor Minyak Goreng agar Kita Tahu Siapa yang Bermain

Presiden Joko Widodo meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas kasus mafia minyak goreng, sehingga dapat diketahui oknum yang bermain.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Jokowi Subsidi Minyak Goreng Curah Rp 14.000 usai Ratas dengan Para Menteri terkait, Selasa (15/3/2022). (Instagram @jokowi) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas kasus mafia minyak goreng yang mencoreng nama baik Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Perintah Presiden, menyusul penetapan tersangka Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana. Sehingga dapat diketahui oknum yang bermain.

Ada empat orang tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin fasilitas ekspor minyak goreng.

Baca juga: Mafia Teriak Mafia di Kemendag, Indrasari Wardhana Malah jadi Tersangka: Pernah Bisik Ini ke Menteri

"Kemarin Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah menetapkan empat tersangka urusan minyak goreng ini. Dan saya minta diusut tuntas sehingga kita bisa tahu siapa ini yang bermain, bisa ngerti," ujarnya dalam keterangan pers di Pasar Bangkal, Sumenep, Madura, sebagaimana dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (20/4/2022).

Jokowi lantas menjelaskan, harga minyak goreng masih menjadi persoalan sampai saat ini.

Meskipun masyarakat sudah diberikan subsidi bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng, tetapi harga jual di pasaran tetap tinggi.

"Kan kita ingin harganya yang lebih mendekati normal. Jadi memang harganya tinggi, karena apa, harga di luar, harga internasional itu tinggi banget," ungkapnya.

"Sehingga kecenderungan produsen itu pengennya ekspor. Memang harganya tinggi di luar," lanjut Jokowi.

Dia pun tidak memungkiri sejumlah kebijakan seperti, menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah hingga pemberian subsidi ke produsen yang telah berjalan sepekan ini belum efektif.

"Di pasar saya lihat minyak curah banyak yang belum sesuai dengan HET yang kita tetapkan, artinya memang ada permainan," tegas Jokowi.

Baca juga: Mafia Minyak Goreng Ternyata Ada di Lingkaran Kemendag, Kejagung Diminta Ungkap Aktor Utama

Adapun kunjungan Presiden Jokowi ke Sumenep Rabu ini untuk melakukan peresmian Bandara Trunojoyo dan membagikan bantuan sosial kepada masyarakat dan pedagang di sejumlah pasar setempat.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian izin fasilitas pemberian ekspor minyak goreng pada periode 2021 sampai 2022.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Supardi mengatakan, keempat tersangka itu dikenakan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor).

"Iya. Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor ya," kata Supardi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Keempat orang tersangka itu adalah Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau SMA, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Parulian Tumanggor (PT), dan General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas Togar Sitanggang (TS).  

Serta, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Minta Kasus Izin Ekspor Minyak Goreng Diusut Tuntas, Sehingga Bisa Tahu Siapa yang Bermain",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved