Info Merauke

Fauzun Nihayah Launching Sekolah Politik Perempuan di Dapil Merauke

Sekolah politik perempuan sengaja saya launching di Hari Kartini, meskipun pendaftaran dibuka awal Juni 2022 nanti

Penulis: Hidayatillah | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
Sekretaris Komisi V DPR Papua, Fauzun Nihayah saat diwawancara Tribun-Papua.com usai melaunching sekolah politik perempuan di rumah aspirasi H Sulaeman L Hamzah, di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Kamis (21/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Momen peringatan Ke-143 Hari Kartini dimanfaatkan Sekretaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)Papua, Fauzun Nihayah untuk melaunching sekolah politik perempuan di daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Alumni Sekolah Restorasi Berbagi 500 Paket Takjil Untuk Warga Merauke

Kegiatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang berlangsung di Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah, di Jalan Polder Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Kamis (21/4/2022).

“Sekolah politik perempuan sengaja saya launching di Hari Kartini, meskipun pendaftaran dibuka awal Juni 2022 nanti,” kata Direktur Eksekutuf Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah, Fauzun Nihayah kepada Tribun-Papua.com.

Reses, Fauzun Nihayah Tampung Aspirasi dan Kucurkan Bantuan di Mappi Papua

Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuannya pendirian sekolah politik perempuan itu untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan peran perempuan di bidang politik.

Hal itu sekaligus membangun kesadaran untuk meningkatkan partisipasi perempuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Merauke dalam kencah perpolitikan di tanah air.

Fauzun Nihayah, Wakil Rakyat Pembela Nasabah Korban BMT BU Merauke 

“Selama ini keterlibatan perempuan di politik maupun peran pengambilan kebijakan masih minim. Dari sinilah saya berharap, lahir perempuan yang berani mengambil kebijakan strategis untuk publik,” terangnya. 

Menurutnya, ketika perempuan sudah paham dengan apa yang harus dilakukan dan diperjuangkan melalui pemahaman utuh di bidang politik, strategi penguatan public, maka perempuan itu sudah menjadi jati dirinya dan harus lantang bersuara.

Hari Perempuan Internasional: Fauzun Nihayah Berbagi Kasih bersama Napi Perempuan Lapas Merauke

“Inilah yang menjadi dasar saya mendirikan sekolah politik perempuan. Materinya saya tidak mengajar sendiri, tapi kolaborasi dengan beberapa narasumber yang aktif di NGO perempuan,” lugasnya.

Penggagas sekolah politik perempuan merencanakan sekolah tersebut berlangsung selama 7 bulan.

Guna mengajarkan tentang publik speaking, bernegosiasi, perempuan dan pemilu serta banyak materi lainnya.

Sosok Fauzun Nihayah, Pegiat Literasi di Tanah Papua Menyisir Pelosok Negeri

Tak hanya itu, tambah Fauzun Nihayah, sekolah politik perempuan juga mempelajari tentang perempuan dan hukum.

“Banyak yang mendaftarkan diri. Bahkan saya kaget, ibu-ibu juga hadir dilaunching sekolah politik perempuan. Tidak ada batasan usia untuk memperjuangkan nasib sesama perempuan,” tandas srikandi asal Pati ini. (adv)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved