Pemkot Jayapura

Kukuhkan Duta Cegah Stunting Tingkat Distrik dan Kelurahan, BTM: Ayo Rutin Periksa Anak ke Posyandu

BTM sapaan akrabnya menyebut, setidaknya ada 11 persen kasus stunting di Kota Jayapura, berdasarkan data pada Februari 2022. Namun turun 4 persen.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
CEGAH STUNTING - Potret suasana pengukuhan para Duta Cegah Stunting dan Bunda Genre tingkat Distrik dan Kelurahan se-Kota Jayapura di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (26/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengukuhkan para duta cegah stunting dan bunda genre tingkat distrik dan kelurahan se-Kota Jayapura. 

Acara tersebut berlangsung di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapur, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (26/4/2022). 

Benhur mengatakan selama masa kepemimpinannya, Pemkot Jayapura menaruh perhatian serius untuk penanganan kasus stunting.

Baca juga: BTM Sebut Pencapaian 10 Tahun Kepemimpinan Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Jayapura

"Pemerintah Kota Jayapura menargetkan bebas kasus stunting atau kekerdilan akibat gizi buruk, hingga mencapai nol persen pada 2024 mendatang," kata Benhur dalam sambutannya, dikutip Tribun-Papua.com.

BTM sapaan akrabnya menyebut, setidaknya ada 11 persen kasus stunting di Kota Jayapura, berdasarkan data pada Februari 2022. 

Namun angka ini turun 4 persen dari sebelumnya 15 persen. 

Karena itu, Benhur menyampaikan peranan penting para duta stunting untuk dapat mensosialisasikan soal stunting di lingkungan keluarga. 

"Bagaimana pemberian makanan bergizi dan tambahan, vitamin, kepada batita maupun balita di usia perkembangan mereka. Artinya dalam usia 100 hari pertama juga itu waktu emas seorang anak, makanya harus menjadi perhatian," ujarnya.

BTM juga berharap melalui peranan para duta stunting dan bunda genre di Kota Jayapura, dapat memberikan edukasi, termasuk pada ibu hamil dan yang memiliki bayi atau balita, agar memeriksakan diri ke Posyandu secara rutin. 

"Ini harus dilakukan agar segala perkembangan dan kesehatan anak itu terpantau," pinta Benhur.

Menekan laju angka stunting di Kota Jayapura, lelaki asli Port Numbay tersebut juga menyampaikan telah mewajibkan kepemilikan kartu ibu dan anak bagi orangtua yang memasukkan anaknya ke Taman Kanan-kanak (TK).

Baca juga: Jelang Akhir Masa Jabatan, Benhur Tomi Mano Serahkan Bantuan Rp25 Juta Untuk Masjid Nurul Amin

"Orangtua yang punya kartu itu, menandakan orangtua telah patuh membawa anaknya ke Puskesmas," ucapnya.

Sebelumnya, usai membangun kerja sama di awal Maret lalu, dalam hal penanganan stunting, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua berkoordinasi dengan TP PKK Provinsi Papua. 

Kedua pihak bertemu dan bersepakat pada Selasa (22/03/2022) untuk membahas rencana pengukuhan Duta Cegah Stunting dan Bunda Generasi Berencana (Genre) oleh BKKBN Provinsi Papua. (*) 

 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved