Pendidikan

Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Uncen Lakukan Lokakarya Panduan Penulisan Skripsi

Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, melakukan Lokakarya Panduan Penulisan Skripsi

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Suasana Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, melakukan Lokakarya Panduan Penulisan Skripsi 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, melakukan Lokakarya Panduan Penulisan Skripsi bagi mahasiswa.

Kegiatan tersebut dilakukan pada Kamis (28/4/2022) di ruang pertemuan Hotel Horison Jayapura di Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura.

Baca juga: Puan Maharani: Capres Ganteng Tapi Tak Bisa Kerja

Lokakarya tersebut berlangsung sehari dan dihadiri para dosen dan perwakilan mahasiswa program studi ilmu pemerintahan (Prodi IPM) dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fisip Uncen, Marlina Flassy, S.Sos, M.Hum, PhD.

Dalam sambutannya Ketua Program studi ilmu Pemerintahan Fisip Uncen, Dr. Y.Gabriel Maniagasi, S.Sos, MSi menjelaskan tujuan dilakukan kegiatan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya pihaknya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas akademik di Fisip uncen yang coba dirintis dari Prodi IPM.

Baca juga: Dikenal Pemburu Teroris Ali Kalora Cs, Mayjen Farid Makruf Naik Pangkat: Ini Profil Sang Jenderal

Menurutnya, hal ini dilakukan karena ada banyak alasan dan argumentasi yang mendasarinya. Misalnya, kata dia, perlu dilakukan inovasi dalam hal format penulisan, pemanfaatan teori, dan perbaikan berbagai aspek yang terkait dengan penulisan karya ilmiah mahasiswa seperti proposal dan skripsi.

Untuk itu, dirinya berpandangan bahwa sebagai Kaprodi yang dipercayakan mengemban amanat ini, merasa sudah saatnya pihaknya berinovasi untuk merevisi cara-cara kerja lama guna tingkatkan kualitas akademik di lingkungan Fisip Uncen.

Baca juga: Cucu Soekarno Bicara Capres Ganteng, Singgung Ketum Partai Demokrat?

Pada sisi yang lain, kegiatan ini lanjutnya, sebagai cara kreatif untuk menjahit kebersamaan internal dosen Prodi IPM sehingga ada kesamaan perspektif dan persepsi dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa (proposal maupun skripsi) sehingga tidak ada lagi perspektif yang saling silang karena berbeda pemahaman dan pandangan.

"Kita perlu menyamakan perspektif sehingga ada kesamaan dalam rasa dan karsa,”kata Y.Gabriel Maniagasi melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Jumat (29/4/2022).

Baca juga: Ini Poin Penting Permenaker 4 Tahun 2022 tentang Pembayaran JHT

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Marlina Flassy, S.Sos,M.Hum, PhD dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan karena telah menterjemahkan visi dan misi pimpinan fakultas melalui invosi-inivasi kegiatan yang saat ini dilakukan.

“Kegiatan loka karya panduan penulisan skripsi ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah mahasiswa” ujarnya.

Baca juga: Menkeu Rilis Aturan Pengelolaan Penerimaan Dana Otsus Papua, Papua Barat dan Aceh

Dikatakan, sebagai pimpinan patut kami memberi apresiasi yang tinggi kepada semua dosen di prodi ini karena terkesan kompak dan saling mendukung sehingga kegiatan seperti ini dapat terlaksana dengan baik.

“Ini juga untuk menertibkan kembali penulisan skripsi sehingga penulisan hasil akhir studi mahasiswa berkualitas," katanya.

Baca juga: VIRAL Komandan KKB Marah Besar, Kecewa Sikap Masyarakat Papua: Kami Berjuang, Kalian Malah Enak

Oleh sebab itu, Marlina Flassy mengatakan lokakarya panduan penulisan skripsi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi prodi-prodi lain di lingkungan Fisip Uncen.

"Hal ini baik sekali, sehingga dapat memberi inspirasi dan dorongan bagi prodi-prodi lain untuk lebih kreatif dan inovatif menerjemahkan visi dan misi pimpinan melalui karya-karya prodi masing-masing,"ujarnya.

Baca juga: Ditemukan Sub Varian Baru Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Selain itu, Dekan Fisip Uncen juga mengatakan bahwa meski telah dilakukan lokakarya panduan ini, namun tetap masih menggunakan Peraturan Akademik tahun 2016 karena belum ada perubahan.

"Di dalam aturan itu, mahasiswa dibimbing selama enam bulan, karena itu dengan loka karya panduan penulisan skripsi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa guna mempercepat proses penyelesain skripsi,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved