Pemekaran Papua

4 Demonstran Penolak DOB dan Otsus Papua Dibebaskan, Jefry Wenda dan Rekannya Masih Diperiksa

Empat orang dipulangkan menyusul pemeriksaan sebagai saksi, masing-masing inisial NI, MM, A, dan IK. Jefry dan Jubir KNPB Ones Suhuniap masih ditahan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Tujuh demonstran penolak DOB dan Otsus Papua saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Jayapura Kota, Selasa (10/5/2022) malam. empat di antaranya sudah dibebaskan. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina.

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polisi baru membebaskan empat dari tujuh demonstran yang ditangkap terkait seruan aksi bersifat provokatif dalam unjukrasa menolak pemekaran daerah otonomi baru (DOB) dan otonomi khusus (Otsus) Papua di Kota Jayapura, pada Selasa (10/5/2022).

Empat orang dipulangkan menyusul pemeriksaan sebagai saksi, masing-masing inisial NI, MM, A, dan IK.

Sedangkan tiga orang lainnya, termasuk Jefry Wenda selaku juru bicara Petisi Rakyat Papua (PRP) dan penanggung jawab aksi unjuk rasa itu masih ditahan di Markas Polresta Jayapura Kota.

Baca juga: Jubir KNPB Ones Suhuniap Ikut Ditangkap dalam Aksi Tolak DOB di Jayapura, LBH Papua Bersuara

“Iya, empat orang telah dikeluarkan pagi ini, dan tiga orang lainnya masih ditahan,” ungkap Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Emanuel Gobay kepada Tribun-Papua.com, Rabu (11/5/2022).

LBH Papua akan menggunakan langkah mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice untuk menyelesaikan perkara ini.

“Kami akan memakai cara dan mekanisme itu,” singkatnya.

Juru Bicara Petisi Rakyat papua (PRP) Jefry Wenda ditangkap dari kediamannya di wilayah Perumnas 4, Kota Jayapura, Selasa (10/5/2022), pukul 12.00 WIT.

Polisi menduga Jefry sebagai dalang yang menyerukan ajakan aksi massa menolak DOB dan Otsus Papua, secara nasional.

Seruan itu dianggap mengandung unsur provokasi.

Baca juga: Jubir Petisi Rakyat Papua Terancam Bui, Jefry Wenda Langgar UU ITE Seruan Demo Tolak DOB?

Selain Jefry, aparat gabungan juga membekuk enam orang lainnya yang diduga terlibat dalam seruan aksi unjuk rasa tersebut.

Mereka adalah Ones Suhuniap selaku Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), aktivis KNPB Omikson Balingga. 

Kemudian Iman Kogoya, Marten Manggaprow, serta satu orang perempuan yang namanya masih belum diketahui, dan satu orang anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Gustav Robby Urbinas mengatakan, Jefry Wenda diciduk aparat gabungan karena diduga telah melanggar Undang-Undang ITE.

Karenanya, Jefry Wenda terancam kurungan pidana selama 6 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Baca juga: Demonstran Penolak Pemekaran Papua Dibubarkan, Massa Malah Lempari Batu ke Arah Aparat

“Saat ini kami masih membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan di dalam status penyelidikan,” kata Gustav kepada wartawan termasuk Tribun-Papua.com, di markasnya, Selasa (10/5/2022) malam.

Meski begitu, Gustav memberi ruang pendampingan hukum bagi ketujuh orang yang sudah maupun sedang menjalani pemeriksaan.

“Nanti kita akan lihat hasilnya, tidak lebih dari 1x24 jam,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved