Kesehatan
Waspada Hepatitis Akut, Ini Saran Ahli ke Orangtua
Data Kemenkes, 15 kasus hepatitis akut terdeteksi di 5 provinsi , yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung.
TRIBUN-PAPUA.COM – Berdasarkan data Kemenkes, 15 kasus hepatitis akut terdeteksi di 5 provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung.
Sebanyak 15 kasus tersebut dengan rincian, 11 orang DKI Jakarta, Sumatera Barat 1, Jawa Timur 1, Bangka Belitung 1, dan Jawa Barat 1.
Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga saat ini, tercatat 5 orang pasien dilaporkan meninggal dunia dan sisanya dalam perawatan.
Baca juga: 5 Orang Meninggal Akibat Hepatitis Akut di Indonesia, Ini Kata Kemenkes
“Rata-rata pasien yang terkena hepatitis akut berusia 1-6 tahun. Usia 1-6 tahun paling banyak," kata Nadia.
Bagaimana peran orangtua dalam menyikapi kasus hepatitis akut tersebut? Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gatro-hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muzal Kadim pun memberi saran.
Muzal Kadim pun meminta orang tua untuk mencurigai gejala awal yang bisa menjadi penanda anak tertular hepatitis akut, yakni diare, muntah, hingga sakit perut.
Dikatakan, meski hingga saat ini masih belum ada penelitian terkait penyebab utama penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak tersebut, namun kemungkinan gejalanya mirip dengan penyakit yang disebabkan oleh Adenovirus.
"Agak sulit membedakan. Kalau kita di lapangan ada diare, muntah, sakit perut, sementara ini curigai dulu, pastikan melalui pemeriksaan spesifik klinis dari ahli. Periksakan daripada terlambat," ujar Muzal dalam diskusi yang diadakan oleh IDAI secara daring dilansir dari laman Kompas.com, Selasa (10/5/2022).
Baca juga: Menkes: Sampai Hari Ini di Indonesia Ada 15 Kasus Hepatitis Akut
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IDAI Piprim Basarah Yanuarso pun mengatakan, beberapa gejala lain yang patut dicurigai oleh para orang tua, yakni terdapat penyakit kuning dan buang air besar (BAB) berwarna pucat.
Bila ditemukan kedua hal tersebut, bisa dilakukan uji fungsi hati dengan mengecek serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) dan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT).
"Sampai tahap ini kami bersama Kemenkes (Kementerian Kesehatan) terus menantikan hasil invesitgasi. Tapi yang penting melakukan surveilans kewaspadaan dini agar kasus-kasus itu bisa terjaring sedini mungkin," ujar Piprim.
"Jangan sampai sudah terlambat, full blown, hepatitis akut berat baru dirujuk sehingga hasil tidak maksimal," jelas dia.
Baca juga: Ada 4 Kasus yang Diduga Hepatitis Akut, Kemenkes: Belum Ada Tambahan
Untuk langkah pencegahan, ia pun menekankan pentingnya edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta meneruskan protokol kesehatan yang selama ini diterapkan untuk mencegah Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/anak-hepatitis-akut.jpg)