Nasional
Indonesia-sentris ala Anak Jayapura di Era Presiden Jokowi
Investasi harus inklusif, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa tetapi menyebar di seluruh provinsi di Indonesia.
TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pihaknya terus berupaya keras mendorong realisasi investasi di Indonesia.
Bahlil pun mengungkapkan sejumlah arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait investasi di tanah air.
Pertama, investasi harus inklusif, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa tetapi menyebar di seluruh provinsi di Indonesia.
“Investasi enggak boleh hanya di Jawa. Kita harus membangun Indonesia-sentris. Bangsa kita itu dari Sabang sampai Merauke, jangan ekonomi tumpu pada satu wilayah,” ujar Bahlil mengungkapkan arahan Jokowi.
Baca juga: Anak Jayapura Ini Bangga Kenalkan Budaya Papua dalam Indonesia Night WEF Davos 2022 di Swiss
Selain itu, Bahlil menambahkan, Presiden menekankan agar investasi yang masuk ke Indonesia juga harus berkualitas.
Ketiga, Jokowi menekankan agar investasi dapat mendorong terciptanya pusat pertumbuhan baru.
“Ciptakan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru dan karena itu, jangan ekonomi dikuasai oleh satu kelompok tertentu. Harus merata, Mas Bahlil. Jangan itu-itu saja,” ucap Menteri Investasi mengutip arahan Jokowi.
Keempat, Presiden meminta agar Menteri Investasi tidak hanya fokus pada investor besar tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu pemerintah juga mendorong kemitraan antara pengusaha besar dengan pengusaha lokal dan UMKM.
“UMKM itu juga investor dan UMKM itu adalah kontribusinya 60 persen terhadap GDP dan 99,6 persen dari total unit usaha,” ujar Bahlil.
Terakhir, Bahlil menyampaikan bahwa dirinya ditugasi Presiden untuk mengurai hambatan-hambatan yang ada dalam mewujudkan realisasi investasi di Indonesia.
Baca juga: Mencari Pengganti Anies Baswedan: Duel Anak Jayapura dan Eks Wali Kota Tangsel Menuju Kursi DKI 1
“Bagaimana menerobos semua masalah-masalah yang selama ini menjadi problem antara lain perizinan yang lambat, termasuk kolaborasi antara pengusaha besar dan UMKM,” ujarnya.
Menutup dialog, Bahlil menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/05022022-bahlil_lahadalia.jpg)