Pemprov Papua

Lukas Enembe: Saya Diintimidasi, Kok 33 Gubernur Lainnya Tidak?

Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku selalu diintai oleh kelompok-kelompok tertentu yang kemudian dinaikan dalam berita Hoax.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Gubernur Papua, Lukas Enembe. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku selalu diintai oleh kelompok-kelompok tertentu yang kemudian dinaikan dalam berita Hoax.

"Saya satu-satunya gubernur yang terus diintimidasi setiap hari, maka saya tidak bisa bicara banyak, karena diintimidasi," kata Gubernur Lukas Enembe dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Jumat (28/5/2022).

Menurut Gubernur Lukas, kenapa hanya dirinya saja yang diintai, tetapi tidak terjadi kepada para gubernur lainnya di Indonesia.

Baca juga: BREAKING NEWS Tokoh Pepera Ramses Ohee Tutup Usia!

"Saya membangun Papua dengan hati. jangan ragukan nasionalisme saya," tugas Gubenur Lukas.

Sekadar diketahui, Gubernur Lukas Enembe juga menolak adanya pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Bumi Cenderawasih.

 

 

"Soal penolakan ini, saya, Ketua DPR dan ketua MRP sudah tanda tangan. jadi saya tidak mau bicara. Saya suruh tolak," tegasnya saat diwawancarai awak media di Kantor penghubung Pemerintah Provinsi Papua di Jakarta, Jumat (28/05/2022) kemarin.

Dia mengaku heran, soal DOB bisa tiba-tiba muncul untuk Papua.

"Ini dari mana, siapa yang bicara?" tanya Lukas.

Penolakan terhadap DOB juga dilakukan oleh Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda.

Baca juga: 20 Tahun Bekerja Untuk NKRI, Lukas Enembe: Jangan Ragukan Nasionalisme Saya!

Menurut Yunus Wonda, masih banyak cara untuk membangun tanah Papua,bukan dengan cara pemekaran daerah otonomi baru.

Yunus menilai, seluruh kewenangan terkesan diambil alih Pemerintah Pusat.

"Kita melihat hari ini semua kewenangan diambil alih, seperti otonomi khusus (Otsus) yang diambil alih,"ujarnya.

Menurutnya,kalau dengan cara begitu pemerintah pusat tidak mampu merubah orang Papua.

Baca juga: Sejumlah Kepala Daerah Dukung DOB, Kok Lukas Enembe Malah Tolak? Ini Alasannya

"Pemerintah pusat harus merubah paradigma dan pola pikir untuk melihat Papua ini.Kalau orang Papua dicap separatis, pejabat Papua dicap separatis, semuanya di cap separatis ini adalah tekanan,"katanya.

Lanjut dia, pemekaran DOB sama halnya membuat tekanan untuk orang asli Papua.

"Hari ini kita melihat, pemekaran ini menjadi tekanan untuk orang Papua. Tapi ingat, suatu saat orang Papua juga harus punya harga diri,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved