Pemilu 2024

Nasdem Lengserkan PDIP, Curi Start Usung Eks Mendikbud Jadi Capres, Tangan Kanan Megawati Buka Suara

Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempel ketat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

(Dokumen PDIP)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Elektabilitas Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, nampaknya menarik perhatian dari sejumlah partai politik dalam menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres 2024).

Diketahui, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu memiliki elektabilitas yang tinggi, bahkan mampu bersaing dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam rilis IPN, disebutkan bahwa elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 14,3 persen, menempel ketat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (16,8 persen) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (26,9 persen) di posisi kedua dan pertama.

Baca juga: Geser Ganjar Pranowo, Ternyata Jokowi Sebut ‘Ojo Kesusu’ terkait Capres Mengarah ke Eks Panglima TNI

Tak ayal, peluang Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024 semakin terbuka.

Apalagi setelah namanya menjadi salah satu calon presiden yang direkomendasikan Partai Nasional Dermokrat (Nasdem) dalam rapat kerja nasional Juni 2022 mendatang.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto bahkan sampai angkat bicara terkait hal tersebut.

Hasto mengatakan setiap partai memiliki hak untuk menentukan jalan dan strategi politiknya.

"PDI Perjuangan tidak akan mengintervensi kebijakan atau strategi partai lain dalam mengambil keputusan politik," kata Hasto di kawasan Gelora Bung Karno, Minggu (29/5/2022).

Baca juga: Geser Megawati, Sosok Ini Berambisi Jadi King Maker pada Pilpres 2024, Bukan Elite Politik

Dia menambahkan, setiap partai itu punya hak, punya kedaulatan dalam mengambil keputusan politik.

Meski begitu, Hasto mengingatkan bahwa ada syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen agar sebuah partai politik dapat mengusung calon presiden.

Menurut tangan kanan Megawati Soekarnoputri tersebut, semua pihak semestinya mencermati ketentuan tersebut sebelum mencalonkan seseorang sebagai calon presiden.

"Konsideran dari konstitusi ini harus menjadi suatu perhatian bahwa tidak setiap pihak bisa tiba-tiba mencalonkan tanpa melihat mekanisme konstitusional tersebut, inilah yang seharusnya dicermati bersama," kata Hasto.

Baca juga: Lukas Enembe Tolak DOB Papua, Mahfud MD: Pembentukan DOB Papua Terus Berjalan!

Adapun Rakernas Partai Nasdem pada Juni mendatang akan menghasilkan tiga nama calon presiden yang akan diserahkan kepada Ketua Umum Partai Nasdem.

Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Banten-DKI Jakarta Partai Nasdem A Effendy Choirie mengatakan, Anies merupakan sosok yang dominan muncul dalam bursa capres di internal Nasdem.

"Ada Anies Baswedan. Nama Anies memang lebih dominan. Kemudian, ada nama Panglima TNI Andika Perkasa, Erick Thohir, ada nama Ganjar Pranowo. Itu dari luar kader Partai Nasdem," kata Effendy kepada Kompas TV, Kamis (5/5/2022). (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved