Selasa, 19 Mei 2026

Nasional

Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejalanya

Subvarian diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

Tayang:
Editor: Maickel Karundeng
pixabay.com
Ilustrasi Covid-19 yang mengintai manusia, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid varian XE, XD, dan XF belum ditemukan di Indonesia 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Subvarian baru omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Indonesia.

Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

Ada 4 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022.

Baca juga: Ikuti Kompetisi Internasional Peluncuran Satelit di AS, Mahasiswa Indonesia Raih Juara Tiga

Empat kasus itu terdiri dari satu orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali.

Sisanya 3 orang kasus positif BA.5. Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei.

Kondisi klinis tiga orang itu antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal.

Baca juga: Masih Tunggu Perbatasan Skouw Dibuka untuk Umum, Masyarakat Diminta Bersabar

Mereka rata-rata sudah vaksin Booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin COVID-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril menyebut di tingkat global secara epidemiologi subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID.

Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan ada 5 negara dengan laporan BA.4 terbanyak, antara lain"

Baca juga: Bangun Laboratorium dan Pusat Pelatihan Penanaman Jagung, Dua Pejabat Polisi ini Kunjungi Keerom

-Amerika Serikat
- Britania Raya
-Denmark
-Israel.

Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara.

Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu:

- Amerika
- Portugal
- Jerman
- Inggris
- Afrika Selatan.

Baca juga: Berantas Malaria, Dinkes Papua Barat Latih 92 Masyarakat Manokwari

Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2."

Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved