Sabtu, 9 Mei 2026

Papua Terkini

Pakar Kawasan Pasifik dari Papua Minta Kejelasan Masterplan Pembangunan Bandara Antariksa di Biak

Pendetailan dari pembangunan bandara antariksa di Biak, termasuk peluncuran roketnya, pemerintah harus membuat masterplan yang clear

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
BANDAR UDARA ANTARIKSA - Rencana pembangunan Bandar Udara Antariksa di Biak Papua, yang dinilai para pakar, sebagai bentuk kekuatan Indonesia di wilayah Pasifik, Rabu (22/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pakar Kawasan Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), Laus Deo Calvin Rumayom meminta Pemerintah dan pihak terkait, agar memberikan kejelasan mengenai masterplan atau rencana induk pembangunan bandara antariksa di Kabupaten Biak Numfor Papua.

Laus mengatakan, dengan adanya masterplan yang jelas maka model perencanaan dan arahan pembangunan bandara antariksa di Kabupaten Biak dapat ditelaah lebih jauh.

Gubernur Papua Diminta Segera Bentuk Lembaga Riset Kajian Bandara Antariksa Biak 

"Pendetailan dari pembangunan bandara antariksa di Biak, termasuk peluncuran roketnya, pemerintah harus membuat masterplan yang clear," katanya.

Disadari betul oleh Laus, memang benar bahwa yang selama ini berperan dalam membahas projek rencana pembangunan bandara antariksa di Biak adalah Kadin Indonesia.

"Karena Kadin Indonesia dalam hal ini sebagai pihak yang mengakomodir investor, telah melakukan pembicaraan secara intensif bahkan deal bussiness to bussiness," tandasnya.

Meski demikian, Laus menegaskan masyarakat perlu melihat di mana posisi negara atau Pemerintah, mengingat sejumlah regulasi baik di nasional maupun di daerah, hingga RTRWN yang dinilai belum cukup responsif dengan hukum internasional yang mengatur soal aerospace.

Anggota DPRP Dapil 2 Papua, Nilai Bandara Antariksa di Biak akan Serap Banyak SDM

"Kita khawatir para investor sudah deal to deal, tetapi instrumen hukum negara yang menjadi dasar dalam pengalokasian APBN bermasalah, misalnya, saat Lapan yang memimpin sektor antariksa telah turun kelas menjadi BRIN," jelasnya.

Saat ini, Kantor Lapan di Bogor dan Biak misalnya juga telah beralih menjadi balai. Untuk itu, lelaki yang juga merupakan dosen di Jurusan Hubungan Internasional Uncen tersebut, menyampaikan bahwa secara geostrategi dan posisi, Biak telah clear dan dalam kategori eksklusif.

Pembangunan Bandara Antariksa di Biak Dikhawatirkan Merusak Lingkungan

"Pulau Biak terletak lebih dekat dengan ekuator, berhadapan langsung dengan lautan Pasifik, memiliki keunggulan bandara dengan runway terpanjang, hingga landasan pacu memenuhi syarat," tambahnya.

Lelaki yang merupakan tokoh intelektual tersebut mengutarakan, dalam pembaruan teknologi aerospace terbaru, saat ini tengah dikembangkan aerolaunch, di mana roket diluncurkan dari udara.

"Roketnya dimasukkan ke pesawat, diterbangkan ke pasifik, kemudian ditembak atau dilepas menuju ke orbit, dan pesawatnya kembali," runutnya menggambarkan. (*)

Andaikan Biak Memiliki Bandara Antariksa

Apabila benar-benar, daerah yang berjuluk karang panas tersebut memiliki bandara antariksa dan menjadi basis eksplorasi ruang angkasanya Indonesia, maka bagi Laus ini akan menjadi catatan penting dan lompatan sejarah.

"Jadi kalau kita lihat posisi Papua, khususnya Biak dalam hal ini sebagai posisi strategis pertahanan keamanan, maka Biak ini akan jadi yang terdepan di Pasifik untuk pertahanan udara dan laut," bebernya.

Pembangunan Bandara Antariksa di Biak Papua Jadi Sorotan DPR

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved