Kamis, 16 April 2026

Heboh soal Dugaan Penyelewengan Dana, Presiden ACT Minta Maaf ke Publik

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) meminta maaf setelah lembaga filantropi itu ramai diperbincangkan karena diduga melakukan penyelewengan dana

Tribunnews.com/Naufal Lanten
Presiden ACT Ibnu Khajar saat konferensi pers di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022). Presiden ACT Ibnu Khajar meminta maaf setelah lembaga filantropi itu ramai diperbincangkan karena diduga melakukan penyelewengan dana 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyampaikan permohonan maaf setelah lembaga filantropi itu diperbincangkan karena diduga melakukan penyelewengan dana.

Permintaan maaf disampaikan oleh Presiden ACT Ibnu Khajar.

Ibunu menyampaikan permohonan maaf kepada donatur dan masyarakat Indonesia lantaran ramai pemberitaan salah satu media masa penilapan uang oleh petinggi.

Baca juga: Viral Dugaan Penyelewengan ACT, Bareskrim Polri Bakal Usut Kasusnya

Tangkap layar logo ACT
Tangkap layar logo ACT (Act.id)

"Kami sampaikan permohonan maaf atas pemberitaan ini," ucap Ibnu dalam konferensi pers di Menara 165 TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Ibnu Khajar menjelaskan, jauh sebelum ramai diberitakan, ACT sudah melakukan perbaikan manajemen yaitu sejak Januari 2022

Ia juga menyebutkan, ACT sudah melakukan restrukturisasi dan mengganti Ketua Pembina ACT agar bisa dilakukan perombakan.

"Sejak 11 Januari 2022 tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga. Dengan masukan dari seluruh cabang, kami melakukan evaluasi secara mendasar," ujar Ibnu.

Ibnu menegaskan bahwa sejak 11 Januari 2022 sudah dilakukan penataan dan restrukturisasi lembaga.

Baca juga: Polisi Tetapkan 14 Anggota DPRD Painai Jadi Tersangka Korupsi Dana APBD 2018, Kerugian Capai Rp 59 M

Restrukturisasi termasuk manajemen, fasilitas dan budaya kerja.

Ia mengatakan, pergantian manajemen ini merupakan titik balik momentum perbaikan organisasi dengan peningkatan kinerja dan produktifitas.

"SDM kita saat ini juga dalam kondisi terbaik, tetap fokus dalam pemenuhan amanah yang diberikan ke lembaga," kata dia.

Hari ini, ramai tagar #AksiCepatTilep hingga #JanganPercayaACT di sosial media Twitter.

Tagar ini muncul tak lama setelah Majalah Tempo mengeluarkan laporan utama berjudul 'Kantong Bocor Dana Umat'.

Selain itu, dalam laporan tersebut diketahui bahwa petinggi ACT disebut menerima sejumlah fasilitas mewah berupa mobil operasional jenis Alphard dan penggunaan dana donasi untuk operasional yang berlebihan.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Hibah Rp40 M, Dua Bendahara KPU Fakfak Diperiksa: 50 Dokumen Disita

Polri Bakal Usut Dugaan Penyelewengan Dana

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved